bloganuary
-
Aku melihatmu merenung di meja kerjamu. Ku tanya “Ada apa?” Sejenak dirimu diam, lalu melihat ke arahku. Air matamu mengalir, aku bingung. Aku menepuk pundakmu, seakan berkata ‘menangislah’. Semakin tak terbendung air matamu, lalu kamu bercerita dengan isak tangismu. Aku mendengarkan, menghapus air matamu. Read more
-
Apa kamu ingat? Apa aku ingat? Atau jangan-jangan kita tidak mengingatnya? Aku ingat saat memayungi-mu dikala kita berjalan sembari bercerita tentang masa lalumu. Kamu ingat saat kamu memberikanku sedikit cemilan berupa susu dan pisang untukku sarapan. Aku ingat kita beradu ego perihal aku maunya kamu menyayangiku. Padahal kamu sudah bosan bahkan enggan untuk menyayangiku. Read more
-
Aromamu, membuatku mabuk Mabuk kepayang Hingga aku menjadi sibuk Merasakan rasa sayang Dalam hening, kau bersenandung Hingga senyumku tak terbendung Merasa beruntung. Read more
-
Describe an item you were incredibly attached to as a youth. What became of it? Mungkin, ga semua orang bisa beli PC. Tapi aku punya banyak cerita mengenai PC Gaming. Dimana, hari-hari yang kuhabiskan hanya dengan menatap layar. Dan kebahagiaanku ada disana. I always take time to play games on PC, i love to compete Read more
