Cerita Pendek
-
Kerlip cahaya yang kian padam, sunyi menghimpit begitu keras sehingga membuatku sesak sekarat. Saat resah gelisah menari di dalam dadaku, membuat hatiku seakan meledak. Hanya tenang, bukan sunyi yang kudambakan. Pelukanmu itu yang membuatku tenang. Tapi angan hanyalah angan, layaknya angin berhembus dingin walau tak ingin terasa dingin. Begitulah sunyi, terkadang sering datang seperti tetangga Read more
-
Dalam tatapanmu, hendak meminta tolong. Seakan semua begitu melelahkan hingga akhirnya matamu tak sanggup lagi menahannya. “Teriaklah” sebenarnya hatimu sudah teriak namun tak ada yg bisa didengar. Hanya sekilas terpancar dari matamu. Takut dilawan, takut tertindas. Read more
-
Tatkala langit gelap, dikarenakan pertemuan keduanya. Engkau berlutut berharap, akan pengampunan-Nya. Seakan takut inilah akhir dunia. Dimana dosa yang kau miliki begitu berlimpah. Engkau bertobat, takut akan siksaan yang dijanjikan. Dalam hati bergumam “Ya Tuhan, rahmatilah aku dengan kasih sayang-Mu, masukkanlah aku ke surga-Mu. Aku takut akan siksaanmu, Engkaulah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Read more
-
Di persimpangan kenyataan dan harapan, aku menemuimu dengan rasa bersalah. Aku menemuimu dalam kebohongan semu yang menakutkan. Aku dibunuh olehmu, oleh cintamu. Cintamu yang merasuk tubuhku perlahan kurindukan, namun tanpa sengaja aku akan terbunuh perlahan. Cintamu itu racun yang mencekik relung hatiku. Ruang hatiku bisa penuh oleh rasa cintamu. Tapi aku enggan, enggan merindukan cinta Read more
-
Dirimu duduk di belantara, menatap mesra layar gawaimu. Diantara sekian banyak waktu yang kulalui denganmu, kali ini senyummu berbeda. Seperti sedang berkencan, berduaan di taman mimpi sembari membahas hal-hal kecil yang lucu. Diriku duduk di depanmu, penuh rasa khawatir akan siapa yang dirimu kencani itu. Diantara sekian banyak waktu yang dirimu lalu denganku, tak pernah Read more
-
Aku terbangun, terasa begitu menyesakkan. Sosokmu hadir di penghujung mimpiku. Engkau mengubah hidupku, hanya dengan sedikit tersenyum di penghujung mimpiku. Ketiadaanmu kini, mengubah sedikit banyak tentang cara ku bermimpi. Engkau begitu indah untuk hadir, aku bahagia yang amat terdalam. Karena rinduku yang sangat amat dalam. Tak kusangka Tuhan mengisi sepiku dalam penghujung mimpi. Read more
-
Secara acak lagu terputar, memainkan irama-irama sendu antara aku dan kenanganku. Tiba-tiba lagu yang tak asing, mengayun ditelingaku. “Pada waktu aku terjatuh–” menghantam memoriku dengan seluruh kenangan yang telah kualami. Dirinya hadir dalam bayangan, kasih sayang yang begitu dalam begitu mengalir kepadanya. Engkau di sana, apakah sejenak memikirkanku. Aku merindumu dalam setiap lagu. Engkau hadir Read more
