Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Cerita Pendek

  • Hidup dengan Takdir

    Mungkin dia telah melalui banyak hal, sehingga kini hanya percaya pada takdir. Mungkin, dia terlihat tanpa ambisi atau tanpa visi. Mungkin saja ia sedang merangkai kembali bongkahan rumah yang sudah menjadi puing secara perlahan. Ia percaya bahwa hidup tak perlu buru-buru. Ia percaya bahwa tuhan memiliki andil dalam memberikan hasil dari apa yang ia tanam. Read more

  • Mesin

    Berjalan dengan sendirinya, seakan di dunia ini memang hanya dirinya sendiri. Padahal, sering kali ia terjebak didalam situasi yang seperti itu. Tanpa dia ketahui, dirinya diatur oleh orang lain. Dirinya dia matikan dan membiarkan orang lain menggerakkannya. Itulah dia. Menyala Read more

  • Minggu

    Mungkin saatnya aku libur, untuk berharap. Read more

  • Menyala

    kala mengisi ruang gelap; menghidupkan kematian yang abadi; hilang dalam ruang, tertumpuk harapan; makan tak kunjung kenyang; minum tak kunjung dahaga. padamkanlah yang menyala, biarkan gelap selalu ada. Read more

  • Senin

    Siapa sangka senin akan menjadi hari awal yang cukup menakutkan. Hal-hal baru akan datang, kebahagiaan berakhir, hanya ada beban yang semakin bertambah. Senin ini, bukannya aku takut. Tapi, ada perasaan yang mengganjal karena akan ada perubahan yang terjadi. Sedih, lebih tepat. Bagaimanapun, semua itu perlahan dihadapi. Namanya juga hidup kan? Read more

  • Menghiasi

    Belajar menghiasi ruanganku, menghidupkan kehidupan yang mencekam. Mencekam diterkam sepi. Kini, sepi menghiasi, tidak mencekam malah memelukku dengan erat seraya bahagia. Read more

  • Beban

    Semakin besar badanmu, menggeser-geser semua orang sekitarmu. Tapi, tak kah kau mengira engkau beban? Kau rakus, memakan semua yang kau bisa makan. Kau merebut semuanya, bahkan kau tak pernah puas dengan apa yang kamu makan. Pertanyaanku, mau sampai kapan? Read more

  • 826

    Sendiri, memikirkan apa yang terjadi baru-baru ini. Aku terhanyut oleh pernyataan tertulis, bahwa semua ini akan menjauh dan pergi. Aku takut, aku sedih dan aku hanya bisa berharap jika pertemuan berikutnya lebih baik. Read more

  • Perjalanan

    Tiap jalan yang kupandang, keberadaanmu mengiringi. Hembusan angin jalanan, mengelus tubuhku olehmu. Satu persatu angin menyapaku, membisikkan cintamu padaku. “Ahh, sejuk sekali” katamu. Aku mengecup dinding-dinding debu, yang menemaniku seraya dipeluk erat olehmu. Read more

  • Pintu Rumah

    *tok tok* Aku mengetuk pintu rumahmu, berharap engkau membukanya dan memberi senyummu. *tok tok* Aku berharap kali ini engkau membukanya dan memberiku sedikit senyum manismu. *tok tok* Ini yang terakhir, aku berharap engkau membukanya dan memberiku senyum. Read more