Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Cerita Pendek

  • Tidak Tertarik

    Semudah itu untuk tak tertarik kepada lawan jenis. Cantik, wangi, rapih, dll. Menjadi penanda untuk menilai kita tertarik sama orang tersebut atau tidak. Mungkin penilaian terhadap sifat juga bisa jadi penanda ketertarikan. Mungkin nilai itu selalu relatif untuk setiap orang, bahkan diriku pun begitu. Tidak ada kemunafikan dalam perasaan tidak tertarik, hanya saja berani jujur Read more

  • Lupa

    Emang ada yah manusia yang gak pernah lupa? Yang menandakan dirinya manusia salah satunya “lupa” kan? Kamu lupa punya diriku, aku lupa mensyukuri bahwa aku begitu mencintaimu. Read more

  • Mengejar

    Kamu lagi mengejar apa? Kok buru-buru banget? Emang kalo pelan-pelan kenapa? Bukannya kalo buru-buru kamu mudah capek? Yasudah, aku percaya kamu baik-baik saja. Tapi kalo emang sudah capek, istirahat yah atau mungkin kurangi rasa terburu-burumu itu. Kalo sudah sampai ke tujuanmu, kira-kira kamu tetap ingat aku enggak yah? Yah tidak diingat pun tidak apa sih Read more

  • Sleep Call

    Aku butuh suaramu, disela keinginanku untuk tertidur. Tanpamu, aku diusik oleh setan dalam pikiranku. Kamu hadir, menenangkan kepalaku dengan ceritamu yang selalu menarik dan merangkul di setiap ucapan. Read more

  • Percakapan

    Berulang diucapkan, belum tentu dimengerti. Berulang kali dibahas, belum tentu diingat. Lalu sampai mana percakapan ini akan berakhir? Bagaimana kalau aku hanya bermonolog saja? Aku sudah lelah berdialog, dialog yang tak ada artinya. Cuma ada kata-kata yang itu-itu saja. Membosankan sekali, mending kita berdiam diri saling menatap, mengadu mata yang kalah cium kening. Read more

  • Telat

    Siapa sangka semua akan berubah karena kata telat? Dulu, aku telat menyadari mencintaimu. Kini aku telat menyadari bahwa kamu berharga bagiku. Semua berubah, kehadiranmu menyadari bahwa aku telat dalam memahami kehidupan. Terimakasih yah sudah menyadarkanku. Read more

  • Kembali Mencintai

    Bila aku sudah berhasil mencintai diriku, apakah aku berhak mencintaimu? Bila aku berhak mencintaimu, apakah aku masih mencintai diriku? Aku takut kehilangan diriku dan dirimu. Tapi, katanya paradoks cinta seperti itu. Jika dirimu bukan milikku, dan diriku hanya milikku. Lalu bagaimana caranya aku mencintaimu tanpa tapi? Apakah kembali mencintai sepahit dan seburuk itu? Apakah memang Read more

  • Waktu Pulang

    Tak heran, semua orang menantikan waktu pulang. Kesenangan akan lepas beban pekerjaan sedari pagi, membuat waktu pulang menjadi kebahagiaan pada setiap orang. Mungkin beberapa orang ada yang tidak menantikannya, karena waktu pulang bisa jadi neraka untuk kehidupannya. Yah, siapa yang tau apa yang dijalani orang lain. Kita kan hanya melihatnya saja tanpa merasakannya. Emang kamu Read more

  • Kantuk

    Menjadi kebiasaanku, dikala kurang beristirahat aku menjadi ngantuk. Dengan keadaan punggung yang mencekat. Namun, bahagianya hari ini. Walaupun tak kuasa diriku menahan rasa kantuk ini. Dikala mata tertutup, apakah aku akan bermimpi indah? Atau aku akan menemukan kemuraman hidup? Yang ku harap, aku bisa kembali hidup dari rasa kantuk ini. Read more

  • Missing

    Sometimes i lose myself, when i like to be talkative with someone.Somehow it’s kinda missing. Ketika aku mulai bisa berbicara apapun yang diriku ketahui dan orang lain meskipun tidak mengetahuinya ia tetap saja mendengarkan. Tadi di kantorku ada sesi sharing, dimana ada suatu kalimat yang mengatakan bahwa Ketika seseorang terlalu banyak pikiran, ia hanya butuh Read more