Cerita Pendek
-
Semudah itu untuk tak tertarik kepada lawan jenis. Cantik, wangi, rapih, dll. Menjadi penanda untuk menilai kita tertarik sama orang tersebut atau tidak. Mungkin penilaian terhadap sifat juga bisa jadi penanda ketertarikan. Mungkin nilai itu selalu relatif untuk setiap orang, bahkan diriku pun begitu. Tidak ada kemunafikan dalam perasaan tidak tertarik, hanya saja berani jujur Read more
-
Kamu lagi mengejar apa? Kok buru-buru banget? Emang kalo pelan-pelan kenapa? Bukannya kalo buru-buru kamu mudah capek? Yasudah, aku percaya kamu baik-baik saja. Tapi kalo emang sudah capek, istirahat yah atau mungkin kurangi rasa terburu-burumu itu. Kalo sudah sampai ke tujuanmu, kira-kira kamu tetap ingat aku enggak yah? Yah tidak diingat pun tidak apa sih Read more
-
Aku butuh suaramu, disela keinginanku untuk tertidur. Tanpamu, aku diusik oleh setan dalam pikiranku. Kamu hadir, menenangkan kepalaku dengan ceritamu yang selalu menarik dan merangkul di setiap ucapan. Read more
-
Berulang diucapkan, belum tentu dimengerti. Berulang kali dibahas, belum tentu diingat. Lalu sampai mana percakapan ini akan berakhir? Bagaimana kalau aku hanya bermonolog saja? Aku sudah lelah berdialog, dialog yang tak ada artinya. Cuma ada kata-kata yang itu-itu saja. Membosankan sekali, mending kita berdiam diri saling menatap, mengadu mata yang kalah cium kening. Read more
-
Bila aku sudah berhasil mencintai diriku, apakah aku berhak mencintaimu? Bila aku berhak mencintaimu, apakah aku masih mencintai diriku? Aku takut kehilangan diriku dan dirimu. Tapi, katanya paradoks cinta seperti itu. Jika dirimu bukan milikku, dan diriku hanya milikku. Lalu bagaimana caranya aku mencintaimu tanpa tapi? Apakah kembali mencintai sepahit dan seburuk itu? Apakah memang Read more
-
Tak heran, semua orang menantikan waktu pulang. Kesenangan akan lepas beban pekerjaan sedari pagi, membuat waktu pulang menjadi kebahagiaan pada setiap orang. Mungkin beberapa orang ada yang tidak menantikannya, karena waktu pulang bisa jadi neraka untuk kehidupannya. Yah, siapa yang tau apa yang dijalani orang lain. Kita kan hanya melihatnya saja tanpa merasakannya. Emang kamu Read more
-
Menjadi kebiasaanku, dikala kurang beristirahat aku menjadi ngantuk. Dengan keadaan punggung yang mencekat. Namun, bahagianya hari ini. Walaupun tak kuasa diriku menahan rasa kantuk ini. Dikala mata tertutup, apakah aku akan bermimpi indah? Atau aku akan menemukan kemuraman hidup? Yang ku harap, aku bisa kembali hidup dari rasa kantuk ini. Read more
-
Sometimes i lose myself, when i like to be talkative with someone.Somehow it’s kinda missing. Ketika aku mulai bisa berbicara apapun yang diriku ketahui dan orang lain meskipun tidak mengetahuinya ia tetap saja mendengarkan. Tadi di kantorku ada sesi sharing, dimana ada suatu kalimat yang mengatakan bahwa Ketika seseorang terlalu banyak pikiran, ia hanya butuh Read more
