cerpen
-
Semua orang unik, katanya. Saat ditanya “Keunikan kamu apa?” Seketika membatu. Mungkin aku ditanya begitu, kalau kamu? Aku yakin kamu bisa jawab dengan mudahnya. “Aku adalah Penulis novel feminisme dan juga menulis karya ilmiah tentang cinta” ucapmu dengan lantang. Aku malah kebingungan, dibilang kreatif juga ngga. Soalnya aku ngegambar apa yang ada di depanku. Satu Read more
-
Mau bagaimana, cara dapet duit hanya dari bekerja. Dia minta rumah, sedangkan rumah di sini harganya mahal-mahal, diajak ngontrak aja gamau karena ngga ada prestige apa-apa. Terus, kita mesti apa? Mencari uang sampai mati demi prestige atau kenyamanan hidup? Kata mamah kalo cari wanita jangan yang kebanyakan nuntut, emangnya dia korban nuntut-nuntut? Kan kalian jalan Read more
-
Jam menunjukkan pukul 01:00. Menghela nafas panjang, agar semua beban di malam ini setidaknya lebih ringan. Aku mulai bertengkar dengan batinku, seakan ini adalah dialog antar ego dan alter ego. “Kamu ini sudah tua, kenapa masih saja bermain-main? Lihatlah teman seumuranmu sudah bahagia dengan keluarga kecilnya” “Kamu yakin mereka bahagia? Bagaimana jika yang terlihat hanya Read more
-
Menangis dalam kelelahanku melupakanmu.Aku merindukanmu, tapi tak berniatku kembali padamu.Dirimu datang dengan mudahnya di kepalaku,Mencabik-cabik segala kenangan yang kamu lakukan padaku. Aku benci merindumu,Namun rindu tak bisa kuhindar begitu saja.Sebab rindu datang dengan sebab,sebab aku melihatmu berlalu-lalang di kepalaku. Read more
-
Diamlah, sebab wajahmu begitu meronaDiamlah sejenakAku mencintaimu dalam kenanganlalu menicintaimu dalam harapan Cintaku, diammu indahdiammu rindukudiammu tatapkukarena indah dalam diammu Biarkan sejenak ku dalam pelukmu Read more
