cerpen ahsae
Tentang cerita-cerita yang ditulis oleh ahsae
-
Sudah memasuki bulan dimana merah terlihat diujung mata. Kegembiraan nampak mulai berkurang dari Agustus sebelum-sebelumnya. Bulan dimana perjuangan sipil begitu gagah, tapi itu dulu. Kini sipil lesu, akibat ada yang ingin menjadi pahlawan. Bukan memerdekakan, tapi melahirkan ketakutan baru. Menyadari bahwa sipil masih dijajah. Oleh tikus yang ada di istana. Read more
-
Mau bagaimana, cara dapet duit hanya dari bekerja. Dia minta rumah, sedangkan rumah di sini harganya mahal-mahal, diajak ngontrak aja gamau karena ngga ada prestige apa-apa. Terus, kita mesti apa? Mencari uang sampai mati demi prestige atau kenyamanan hidup? Kata mamah kalo cari wanita jangan yang kebanyakan nuntut, emangnya dia korban nuntut-nuntut? Kan kalian jalan Read more
-
Begitu sibuknya hari ini, ibu, bapak, hingga kakakku bertemu dengan orang-orang yang mereka kenal. Saling bersalaman meminta maaf. Kalau aku? Aku ga begitu dekat dengan siapa-siapa disini di kampung halamanku. Mungkin orang tuaku hanya menyampaikan bahwa ada satu anaknya lagi. Tapi orang lain mana mungkin penasaran denganku? Mungkin kalau aku meninggal nanti, bahkan orang-orang yang Read more
-
Ketika ku lahir, jiwa ku utuh. Melihat, mendengar, dan merasakan kebersamaan sebuah keluarga di tempat yang begitu hangat bernama rumah. Sekian tahun berjalan, ketika aku mulai memahami apa itu rumah dan jiwa yang utuh, setelah itu setengah jiwa ku pergi. Meninggalkan apa yang aku sebut rumah. Perlahan di setiap sudut rumah ada hanya haru, meninggalkan Read more
-
Bangun tidur dalam keadaan tubuh tak bisa bergerak, mata hanya bisa melihat kedepan, kaku seakan terpaku dalam kasur yang rasanya seperti kayu. Aku terkejut, ketika kusadar kini aku sudah 30 tahun. Wajah masih terlihat kencang seperti 3 menjadi 2. Namun tubuh hanya bisa merintih seperti tertindih. Kini aku sadar, masa-masa 3 menjadi 2 adalah saatnya Read more
-
Setiap hari menggigil akibat ulahmu yang bodoh itu. Bisa-bisanya dirimu pergi lalu datang kembali. Kamu pikir aku loker? Hanya menaruh barang lalu pergi begitu saja meninggalkan barang itu? Bahkan jika aku loker mengapa kamu tak mengunciku? Emangnya boleh membiarkan barangmu agar dicuri orang lain? Dasar makhluk tak bertanggung jawab. Membiarkan aku tersimpan namun kau tinggal Read more
-
Genting! Genting! Gimana kalau jadinya aku ga naik kelas gara-gara ujian matematika ini? Ahhh Andai saja kisi-kisi itu ada aku pasti ngga akan sepusing ini, ngerjain ujian. Tapi, gitu juga ngga sih dalam kehidupan? Seandainya ada kisi-kisi jawaban ujian pasti aku bakal lebih mudah menghadapi hidup. Read more
-
Begitu indah ucapmu, terasa syahdu terdengar, terasa manis di hati. Dirimulah yang selalu datang dalam mimpiku, kuundang namun tak kuharapkan hadirmu. Takut mencintaimu lebih lanjut, sebab aku sudah mencintai yang lain. Seruni, yang memanja nurani. Tawamu tersimpan jelas dalam kantung hatiku. Apa daya, dirimu tak ada rasa denganku, hingga akhirnya aku mencari cinta yang lain Read more
-
Dalam singkatnya perjalanan waktu, meramu asa setiap pikir. Di umur segini inginnya memiliki 100 juta pertama, ingin membangun usaha, ingin punya istri cantik ataupun suami yang tampan dan kaya, hingga ingin punya rumah yang idaman. Tak ayal, pikiran tiap hari ribut, menghadap kenyataan para inspirator maupun motivator yang nyatanya hidup dalam keadaan terdidik dan tak Read more
