Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

cinta

  • Kesal Merindu

    Ah, andai saja kita bisa berjumpa setiap waktu. Aku geram dengan jarak yang memisahkan ini. Aku ingin dekat denganmu, memegang tanganmu, sembari bercakap tentang harapanmu. Aku merindu, namun tak mampu menepis apa yang menjadi penghalang ini. Aku merindumu dalam suara angin yang menghembus di telinga. Aku merindumu sebab, berpisah denganmu adalah neraka bagiku. Read more

  • Bayanganmu

    Terbayang dirimu, rinduku ingin bertemu. Aku merindumu layaknya tempatku pulang. Senyummu masih membekas diingatanku. Percakapan sekejap itu, cukup membekas. Senyum di wajahmu itu, juga membekas. Bahkan bayanganku menjadi dirimu. Kini aku merindu, merasakan cinta yang lahir kembali hanya dari senyummu. Read more

  • Kala Mimpi

    Di persimpangan kenyataan dan harapan, aku menemuimu dengan rasa bersalah. Aku menemuimu dalam kebohongan semu yang menakutkan. Aku dibunuh olehmu, oleh cintamu. Cintamu yang merasuk tubuhku perlahan kurindukan, namun tanpa sengaja aku akan terbunuh perlahan. Cintamu itu racun yang mencekik relung hatiku. Ruang hatiku bisa penuh oleh rasa cintamu. Tapi aku enggan, enggan merindukan cinta Read more

  • Senyum di Matamu

    Dirimu duduk di belantara, menatap mesra layar gawaimu. Diantara sekian banyak waktu yang kulalui denganmu, kali ini senyummu berbeda. Seperti sedang berkencan, berduaan di taman mimpi sembari membahas hal-hal kecil yang lucu. Diriku duduk di depanmu, penuh rasa khawatir akan siapa yang dirimu kencani itu. Diantara sekian banyak waktu yang dirimu lalu denganku, tak pernah Read more

  • Di Penghujung Mimpi

    Aku terbangun, terasa begitu menyesakkan. Sosokmu hadir di penghujung mimpiku. Engkau mengubah hidupku, hanya dengan sedikit tersenyum di penghujung mimpiku. Ketiadaanmu kini, mengubah sedikit banyak tentang cara ku bermimpi. Engkau begitu indah untuk hadir, aku bahagia yang amat terdalam. Karena rinduku yang sangat amat dalam. Tak kusangka Tuhan mengisi sepiku dalam penghujung mimpi. Read more

  • Detik Ini

    Sampai detik ini, Yang Maha Indah masih membiarkanku merasa sepi. Tak kunjung hatiku berlabuh pada seorang wanita pun. Mungkin mendekat-Mu adalah sebuah petunjuk, untukku merasakan rindu kepada-Mu dibanding kepada ciptaanmu yang bisa mengecewakanku, sedangkan Engkau memberiku kenikmatan yang tiada tara untukku tetap hidup dan merasakan cinta. Pada detik ini, aku merindukan interaksiku kepada-Mu, aku merindukan Read more

  • iPod

    Secara acak lagu terputar, memainkan irama-irama sendu antara aku dan kenanganku. Tiba-tiba lagu yang tak asing, mengayun ditelingaku. “Pada waktu aku terjatuh–” menghantam memoriku dengan seluruh kenangan yang telah kualami. Dirinya hadir dalam bayangan, kasih sayang yang begitu dalam begitu mengalir kepadanya. Engkau di sana, apakah sejenak memikirkanku. Aku merindumu dalam setiap lagu. Engkau hadir Read more

  • Lagi-Lagi Hujan

    Hujan tak kunjung berhenti, melampiaskan amarahnya terhadap bumi. Bumi tak marah, rintik hujan mengantar rindu. Rindu sang hujan, membuatnya terus menetes hingga bumi dipenuhi kerinduan. “Hujan, marahlah padaku. Aku tau kau rindu, akupun rindu.” Read more

  • Menyelam

    Engkau yang terdiam, kini menyelam Menyelam kedalaman yang tersulam Aku menerka kebiasaan Engkau membuka harapan. Engkau menyelam ke dasar Aku sibuk berada di pasar Mencari yang hilang Rumah untukku pulang. Read more

  • Perihal Hujan

    Terikat oleh hujan, dengan basahnya tubuh. Malam yang kesekian kalinya aku merindukan wangi aromamu. Sebab, hujan menjadi pelekat harummu. Kulaju sepeda motorku dengan begitu hati-hati, sebab yang dihati sedang ku tangisi dalam rintihan air hujan yang merintih. Tak kuasa rinduku, menjadi pilu dan sendu seakan menyapu keinginanku untuk bertemu. Karena bertemu denganmu sama saja menjadikan Read more