Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

hati

  • Tak ada yang tau perihal hati, tatkala kecewa menyerang bertubi-tubi. Tatkala hati gundah perihal akhir yang belum dimulai. Tatkala cinta tumbuh namun harus terinjak di halaman. Cinta tumbuh tak tentu, suka pun begitu. Siapa sangka hati akan berlabuh pada sesuatu yang tak pasti. Bukan salah hati ataupun akal. Hanya saja salah diri ini yang menaruh Read more

  • Kebisingan

    Kian meredup malam, kian menyepi kehidupan. Yang hidup hanya pikiranku, yang bekerja setiap jam. Entah, padahal mereka tak digaji. Tapi rasanya mereka seperti mengerjaiku dalam pikiranku. Bising terusik hening, yang bergeming hanya dinding yang tiada hentinya menatapku dengan dingin. Bisakah kalian diam dalam pikiranku? Biarkan aku tenang memeluk cintaku yang hanya semu ini. Read more

  • Re-sign

    Aku hanya bisa berkata tentangku, tentang yang lain hanyalah sebuah sisipan yang tak kukuasai. Telah hilang ragaku dalam semayam, tersadar oleh bayanganku. Tanda yang berulang, menjadi kisah. Kisah pilu yang tertuju untuk cinta dan kematian. Rindu itu dekat, cinta itu disebelahmu. Semua menghilang karena tanda darimu harus kucari kembali. Tanpa tangis walaupun ingin. Ingin memelukmu; Read more

  • Bayanganmu

    Terbayang dirimu, rinduku ingin bertemu. Aku merindumu layaknya tempatku pulang. Senyummu masih membekas diingatanku. Percakapan sekejap itu, cukup membekas. Senyum di wajahmu itu, juga membekas. Bahkan bayanganku menjadi dirimu. Kini aku merindu, merasakan cinta yang lahir kembali hanya dari senyummu. Read more

  • Suara Hati

    Dalam suaramu, kau menyanyikan lagu yang menyayat hatimu. Lirih dalam luka yang tertanam membuat suaramu merintih. Hingga sesak dan tersedak bahkan air matamu hampir terjatuh. Dirimu menyanyikan lagi itu, membuatku merasakan rasa sakit yang kau alami sampai kini. Engkau bertahan dengan rasa sesak, hingga kini suaramu menyanyikan seraya melepaskan sakaratul maut cintamu. Engkau rindu dengannya, Read more

  • Kala Mimpi

    Di persimpangan kenyataan dan harapan, aku menemuimu dengan rasa bersalah. Aku menemuimu dalam kebohongan semu yang menakutkan. Aku dibunuh olehmu, oleh cintamu. Cintamu yang merasuk tubuhku perlahan kurindukan, namun tanpa sengaja aku akan terbunuh perlahan. Cintamu itu racun yang mencekik relung hatiku. Ruang hatiku bisa penuh oleh rasa cintamu. Tapi aku enggan, enggan merindukan cinta Read more