indonesia poetry
-
Sedetik melihatmu, dunia menjadi baik-baik saja. Sedetik pelukmu, air mata menjadi bunga. Sedetik saja keberadaanmu, bagai oasis ditengah dahaganya tubuh, merindukan mata air yang kini menjelmamu. Read more
-
Dalam percakapan di dalam kafe, sepasang kekasih beradu mulut. Gebrakan lantang dari meja, mereka menghiraukan minuman yang terjatuh akibatnya. Itu semua perkara bosan. Katanya dulu begini sekarang begitu. Dulu ucapan cinta terucap, sekarang cinta hanya sekedar ingatan. Dulu lembut tuturmu, sekarang menusuk setiap katamu. Dulu tubuhmu memelukku hangat, sekarang sikapmu mendingin. Jika kita sebuah kapal, Read more
