Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

indonesia short story

  • Unik

    Semua orang unik, katanya. Saat ditanya “Keunikan kamu apa?” Seketika membatu. Mungkin aku ditanya begitu, kalau kamu? Aku yakin kamu bisa jawab dengan mudahnya. “Aku adalah Penulis novel feminisme dan juga menulis karya ilmiah tentang cinta” ucapmu dengan lantang. Aku malah kebingungan, dibilang kreatif juga ngga. Soalnya aku ngegambar apa yang ada di depanku. Satu Read more

  • Catatanmu ..

    “Aduh, kemana yah tadi buku catatanku. Aku khawatir ada yang membaca isinya. Bisa saja yang membaca itu memviralkan tulisanku, duhh” Mencari ke sana kemari. Seperti orang yang mulai kehilangan kesadarannya dan ditelan rasa gelisah. Tangannya menyeka air yang muncul dari dahinya, sebab tak kunjung ia menemui buku catatannya. “Kamu mencari ini?” Tanya seorang pria Dia Read more

  • Catatanmu .

    Dalam catatanmu yang kutemukan di lorong kantin. Ku mencuri cerita-ceritamu dalam bait-bait yang mungkin tak bisa kamu tebak. Keluguan dirimu tercatat manis, hingga melekat di nadiku. Mengalir begitu indah saat ku membaca hingga begitu larut. Aku jatuh suka padamu. Dirimu panik mencari catatan yang sudah menjadi setengah nyawamu. “Kamu mencari ini?” Diambilnya buku catatan itu Read more

  • Gambar Diri

    Di sudut ruangan kafe mungil itu, terdapat cermin yang bentuknya memanjang. Dia bisa melihat dirinya dari atas kepala sampai ujung jari kaki. Cermin itu tak istimewa, hanya saja cermin itu menghisap dirinya ke dalam pantulan bayangan dirinya. Sudah lama ia tak bercermin, sebab terakhir kali dia melakukannya, air matanya jatuh begitu deras, seakan menusuk jiwanya Read more

  • Loker

    Setiap hari menggigil akibat ulahmu yang bodoh itu. Bisa-bisanya dirimu pergi lalu datang kembali. Kamu pikir aku loker? Hanya menaruh barang lalu pergi begitu saja meninggalkan barang itu? Bahkan jika aku loker mengapa kamu tak mengunciku? Emangnya boleh membiarkan barangmu agar dicuri orang lain? Dasar makhluk tak bertanggung jawab. Membiarkan aku tersimpan namun kau tinggal Read more

  • Kisi-Kisi

    Genting! Genting! Gimana kalau jadinya aku ga naik kelas gara-gara ujian matematika ini? Ahhh Andai saja kisi-kisi itu ada aku pasti ngga akan sepusing ini, ngerjain ujian. Tapi, gitu juga ngga sih dalam kehidupan? Seandainya ada kisi-kisi jawaban ujian pasti aku bakal lebih mudah menghadapi hidup. Read more

  • Seruni

    Begitu indah ucapmu, terasa syahdu terdengar, terasa manis di hati. Dirimulah yang selalu datang dalam mimpiku, kuundang namun tak kuharapkan hadirmu. Takut mencintaimu lebih lanjut, sebab aku sudah mencintai yang lain. Seruni, yang memanja nurani. Tawamu tersimpan jelas dalam kantung hatiku. Apa daya, dirimu tak ada rasa denganku, hingga akhirnya aku mencari cinta yang lain Read more

  • Kereta Terakhir

    Senyum perpisahan itu begitu teringat, dikala pertemuan pertama kita berakhir. Aku mengantarmu ke peron terakhir, nampaknya disini hanya ada kita. Angin malam yang menghembus dihantar oleh suara pengumuman kereta terakhir malam ini. “Terimakasih untuk hari ini, ya” ucapnya tersenyum lebar Aku hanya mengganggukan kepala, sebab aku terbisu bahagia. Suara bising kian mendekat, kereta terakhir akhirnya Read more

  • Sirna Cinta

    Dalam percakapan di dalam kafe, sepasang kekasih beradu mulut. Gebrakan lantang dari meja, mereka menghiraukan minuman yang terjatuh akibatnya. Itu semua perkara bosan. Katanya dulu begini sekarang begitu. Dulu ucapan cinta terucap, sekarang cinta hanya sekedar ingatan. Dulu lembut tuturmu, sekarang menusuk setiap katamu. Dulu tubuhmu memelukku hangat, sekarang sikapmu mendingin. Jika kita sebuah kapal, Read more