Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

love story

  • Love(rs)

    Can i give my heart to you? You’re more precious than myself. I hope you are getting happier. So, i’ll give you all my life to make you alive. It’s enough for me, to see you happy, enjoying your life. If you cry, i’ll bring all your favorite things from heaven. Read more

  • Setengah Sadar

    Pergi berangkat jam 7, antara aku dan dia siapa duluan yah yang jatuh cinta. Pelan-pelan menuju kantor supaya aku tak mudah jatuh cinta. Kulihat jam, sudah jam 7.30 bentar lagi sampai. Sampai, cinta menyapa. Eh, maksudku dia. Pekerjaan terasa banyak, saking sibuknya aku lupa jatuh cinta. Kemana yah dia? Yaudah bentar lagi dia bakal muncul. Read more

  • Waktu yang berulang

    Hai diriku, sudah berapa kali kamu mengulanginya? Kesalahan yang sama yang selalu kamu ulangi. Bukankah letih merasakan itu? Piringan hitam tak pernah berputar arah, Bumi pun tetap berotasi sesuai lintasannya. Tapi kenapa kamu selalu mengulang seperti mundur sepuluh langkah dan berputar arah menjauhi apa yang menjadi tujuanmu. Kamu tak lagi mencintai wanita yang sama, dan Read more

  • Waktu

    Sedikit demi sedikit, menghilang. Iya menghilang, bukan berkurang. Karena tanpamu, semuanya menghilang. Bahkan aku lupa bagaimana rasanya mencintai. Waktu berjalan hanya menyingsingkan kenangan kita. Terasa begitu cepat atau bahkan begitu lama rasanya. Ungkapan kata tak pernah tersampaikan, di waktu perpisahan. Bahkan tak ada pertemuan pada perpisahan. Waktu menggenggam leherku, mencekik begitu kerasnya. Akhirnya menyerah, karena Read more

  • Kalimat Cinta

    Cukuplah aku menjadi kebahagaiaanku; Katakanlah kebencianmu terhadapku; Tikamlah aku dengan rayuanmu, Terbelenggulah aku dalam dirimu. Aku tiada, menjamak kita. Aku hening, menjamak kita. Suara kita tercipta; Menghembus berbisik bising kata cinta. Read more

  • Pintu Perpisahan

    Termenung, terbuka Teriris, terluka Menangis, berduka Tertawa celaka. Terbanglah bebas Mengudara dengan luas Engkau hendak lepas Aku terdiam melepas. Read more

  • Menghiasi

    Belajar menghiasi ruanganku, menghidupkan kehidupan yang mencekam. Mencekam diterkam sepi. Kini, sepi menghiasi, tidak mencekam malah memelukku dengan erat seraya bahagia. Read more

  • Perjalanan

    Tiap jalan yang kupandang, keberadaanmu mengiringi. Hembusan angin jalanan, mengelus tubuhku olehmu. Satu persatu angin menyapaku, membisikkan cintamu padaku. “Ahh, sejuk sekali” katamu. Aku mengecup dinding-dinding debu, yang menemaniku seraya dipeluk erat olehmu. Read more

  • Pintu Rumah

    *tok tok* Aku mengetuk pintu rumahmu, berharap engkau membukanya dan memberi senyummu. *tok tok* Aku berharap kali ini engkau membukanya dan memberiku sedikit senyum manismu. *tok tok* Ini yang terakhir, aku berharap engkau membukanya dan memberiku senyum. Read more

  • Kacamata

    Terlihat jelas kini, pandanganku terhadapmu. Yang kian hari semakin jelas semakin buruk. Kulihat kebohonganmu, kulihat kepiawaianmu dalam menusuk hati makhluk. Terlihat air matamu yang mengering, memohon padaku untuk tetap. Tidak, meskipun kau mengerang dan mengaum padaku, takkan goyah hatiku. Karena semua sudah terlihat jelas. Read more