mencintai
-
Kupikir, aku adalah seseorang yang terlalu perasa. Sebab, hanya dengan berinteraksi dengannya sedikit, aku bisa jadi jatuh cinta dengan mudah. Atau memang ada yang salah dalam aku memahami arti cinta yang sebenarnya. Sebab, mengapa aku begitu mudah mencintai? Read more
-
Izinkan aku mencintaimu di malam hari, sebab malam itu sepi. Aku benci sepi, sebab siapapun membisik. Ada kata yang tak sempat kuucapkan untukmu yang kucintai, sebab hanya malam aku merasa sepi. Namun engkau tidur terlelap, hingga kata-kata hanya lewat sekejap. Tidurlah, namun aku mencintaimu tiap malam hari. Read more
-
Apakah aku berhak mencintaimu? Apakah aku berhak dicintaimu? Apakah ada kalanya menjadi “Kita”? Walaupun tak ada cinta yang menjadi kata. Apakah aku bisa membuatmu bahagia Dengan cinta yang terucap setia? Apakah aku bisa membuatmu baik-baik saja, Dengan cinta yang hanya tindakan saja? Bagaimana aku bisa mencintaimu, jika dirimu hanyalah harapanku. Bagaimana jika dirimu tiada, kita Read more
-
Bukannya aku takut untuk mencintaimu, tapi apalah dayaku yang hanya seorang yang tak memiliki apapun. Aku tak tau apa yang kau mau, sehingga aku tak bisa memenuhi apa itu. Sialnya aku, jatuh hati padamu begitu dalam. Tak bisa kulihat dirimu hanya sebagai teman. Lalu, aku diharapkan untuk mencintaimu. Sayangnya aku masih takut. Selalu takut. Read more
-
Diwaktu dirimu memakai apron, terlihat begitu anggun. Bahkan aku merasa tersipu, padahal dirimu tak mengucap apapun. Aku mencintai apapun tentang dirimu, bahkan kamu terdiam pun aku tetap mencintaimu. Andai, kita bisa bercakap, meminum minuman favorit kita. Ku yakin itu waktu yang sangat berharga, bahkan selamanya kuharap begitu. Read more
-
Sebentar rasanya, namun dirimu masih mengingatku. Dikala waktu tak pernah berpihak, aku diingat oleh dirimu. Aku bahagia, sekecil itu membuat diriku makin mencintaimu. Mungkin ini bukan cinta yang murni, karena kurasa aku mencintaimu di level eros. Aku ingin mencintaimu dengan perasaan sesungguhnya. Namun, aku belum siap mencintaimu, karena aku tau siapa diriku dan bagaimana diriku. Read more
-
Hanya untuk merindu saja, bahkan aku harus menderita. Hidup dengan rindu rasanya sedikit membuat mual. Yang kusuka di rindu hanya bagian cintanya saja, sisanya membuatku hampir mati. Seandainya aku tak menyukai cinta, bahkan aku enggan untuk merindu. Dalam detik jam yang berlalu, rindu berdetak seperti aliran darah yang mengalir. Begitu menggebu dan menimbulkan rasa sesak. Read more
-
Engkau sejenak menghilang dari pikiranku, aku bahkan tak ingat lagi wajahmu. Aku hanya berusaha untuk mengingatmu yang membuatku mencintaimu. Aku masih mencintaimu dalam rindu yang menghilang, rindu yang takkan mengembalikan wajahmu kembali. Apakah aku keliru tentang perasaan ini? Atau aku hanya terlalu merindumu? Kembalilah ke dalam ingatanku. Read more
