Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Personal Blog

  • Emosi

    Menangislah, marahlah, tertawalahapa yang terjadi di dunia ini hanyalah bualan Kuatkan dirimu, kuatkan segalanyajangan pernah lemah dan tertindas Kuatkan dirimu, kuatkan segalanyadari hati, pikiran, Dan Tenaga aku benci, aku cintaaku marah, aku sayangAku diam, aku berbicara begitulah diriku dengan perasaan yang selalu menari tak henti,menikmati dawai indahnya dunia yang hanya bualan Read more

  • Terikat Drama

    Tak bisa ku berbohong tentangmu, akupun tak bisa berbohong tentangku. Namun, ia mulai bermain peran, seakan aku baik, seakan aku jahat. Seakan dunia ini hanya bertemu denganku, dengan semua kebohongan yang mereka buat tentangku. Aku bukan penulis skenario, aku hanya berperan sebagai aktor utama yang miris nan menyedihkan. Drama dibuat dan takkan berhenti sampai semua… Read more

  • Menyelam

    Engkau yang terdiam, kini menyelam Menyelam kedalaman yang tersulam Aku menerka kebiasaan Engkau membuka harapan. Engkau menyelam ke dasar Aku sibuk berada di pasar Mencari yang hilang Rumah untukku pulang. Read more

  • Kuda

    Menaikinya dengan penuh keberanian, berharap ia tak mengamuk dan marah. Kupacu perlahan sambil ditemani sang ahli. Mungkin keberadaan sang ahli tak membuat ia gelisah dan marah. Jalannya mulai cepat, kian kunikmati perjalanan ini. Nampaknya aku mulai menyayangi kuda ini. Seakan mengajakku berlari dan menari. Kian merasakan angin yang menyelimuti tubuhku dengan aroma keindahan sekitarku. Ia… Read more

  • Waktu

    Sedikit demi sedikit, menghilang. Iya menghilang, bukan berkurang. Karena tanpamu, semuanya menghilang. Bahkan aku lupa bagaimana rasanya mencintai. Waktu berjalan hanya menyingsingkan kenangan kita. Terasa begitu cepat atau bahkan begitu lama rasanya. Ungkapan kata tak pernah tersampaikan, di waktu perpisahan. Bahkan tak ada pertemuan pada perpisahan. Waktu menggenggam leherku, mencekik begitu kerasnya. Akhirnya menyerah, karena… Read more

  • Pintu Perpisahan

    Termenung, terbuka Teriris, terluka Menangis, berduka Tertawa celaka. Terbanglah bebas Mengudara dengan luas Engkau hendak lepas Aku terdiam melepas. Read more

  • Senin

    Siapa sangka senin akan menjadi hari awal yang cukup menakutkan. Hal-hal baru akan datang, kebahagiaan berakhir, hanya ada beban yang semakin bertambah. Senin ini, bukannya aku takut. Tapi, ada perasaan yang mengganjal karena akan ada perubahan yang terjadi. Sedih, lebih tepat. Bagaimanapun, semua itu perlahan dihadapi. Namanya juga hidup kan? Read more

  • Kamera

    Senyummu terekam, Terabadikan hidupmu. Malam tak terlihat Namun dirimu tersorot. Kembali terekam Geliat lucu hidupmu, Sejenak ku melihat. Read more

  • Layar

    Bersinar terang, memancarkan bagaimana harusnya aku bekerja. Menekan tombol-tombol pintasan rupanya tak membuat pekerjaan lebih mudah ataupun lebih cepat. Aku kembali menatap layar, muncul sebuah pop-up notifikasi tambahan pekerjaan. “Yasudahlah, aku harus bekerja bagaimanapun juga” Aku berkata dalam hati. Mungkin memang ini yang harus kulakukan, menatap layar 24/7. Read more

  • Takut Untuk Menetap

    Aku mencintaimu, tapi aku harus pergi. Perahy ini harus berlayar kembali. Jika diam, angin mengombang-ambing perahu ini. Lebih baik kita bergerak dan berpisah. Tinggalkan perahu ini, dan kita saling berlayar dengan perahu yang berbeda. Karena, aku takut bersamamu. Aku takut tak bisa berlayar bersama ke arah yang kita tuju. Aku hanya takut untuk menetap. Read more