prosa ahsae
-
Isinya harap, sebab hanya itu jika berpikir tentang nanti. Nanti, kita akan selalu bergandeng tangan. Nanti, kita akan selalu menguatkan. Nanti, kita harus jaga senyuman. Nanti, kita harus tetap nyaman. Sebab, aku tak menuntutmu lebih. Kamu pun tak menuntutku lebih. Kita harus sabar saat menyiram pohon yang kelak akan tumbuh dan berbuah manis. Nanti tak Read more
-
Kamu yang kurindukan, cerita yang ingin selalu kudengar, senyum yang ingin selalu kulihat, dan tanganmu yang selalu ingin ku genggam. Mentari berpijar, mengirim suara jika aku dan kamu seirama. Bahkan wajah bantalmu sudah muncul di layar gawaiku. Menjalani rutinitas, aku dan kamu ibarat stapler dengan staples. Aku butuh kamu dan kamu pastinya butuh aku, ya Read more
-
Sudah memasuki bulan dimana merah terlihat diujung mata. Kegembiraan nampak mulai berkurang dari Agustus sebelum-sebelumnya. Bulan dimana perjuangan sipil begitu gagah, tapi itu dulu. Kini sipil lesu, akibat ada yang ingin menjadi pahlawan. Bukan memerdekakan, tapi melahirkan ketakutan baru. Menyadari bahwa sipil masih dijajah. Oleh tikus yang ada di istana. Read more
-
Bagaimana jika aku bukan jodohmu? Ya tapi aku maunya kamu. Kenapa kamu maunya aku? Ya, karena kamu jadi yang paling tepat untukku. Kenapa aku bisa jadi yang paling tepat untukmu? Gini ya, stop tanya-tanya seperti itu, aku cinta sama kamu sepenuhnya. Percaya saja sama takdir dan kehendak Tuhan. Aku cinta kamu dan kamu cinta aku. Read more
-
Mau bagaimana, cara dapet duit hanya dari bekerja. Dia minta rumah, sedangkan rumah di sini harganya mahal-mahal, diajak ngontrak aja gamau karena ngga ada prestige apa-apa. Terus, kita mesti apa? Mencari uang sampai mati demi prestige atau kenyamanan hidup? Kata mamah kalo cari wanita jangan yang kebanyakan nuntut, emangnya dia korban nuntut-nuntut? Kan kalian jalan Read more
-
Jika aku kehilangan kemampuan untuk bisa berada sedekat jengkal denganmu, apakah dirimu akan tetap mendekatiku? Tapi bagaimana jika dirimu yang kehilangan kemampuan? Mungkin, aku sudah memelukmu dalam erat, bukan hanya dekat tapi melekat. Sebab, malaikat yang membuatku tetap kuat adalah dirimu. Read more
-
Jika aku menghilang, siapa yang hendak berusaha mencariku di sela-sela bebatuan, rerumputan, hingga di kerumunan? Ketika aku menghilang, siapa yang paling sesak nafasnya, terisak tangisnya, hingga lebam kelopak matanya menahan air mata? Aku bingung jawabannya, sebab aku angin bisa dirasakan namun tak ada wujudnya, yang bisa dihirup tanpa disadari, yang tidak bisa didengar walaupun berbisik. Read more
-
Apalah daya, aku bukanlah seperti yang dirimu harapkan. Ingin segera menjauh darimu, namun dirimu tetap menginginkanku dengan harapan itu. Apakah aku bisa menjadi sempurna setelah harapanmu itu terkabul? Bukankah itu semua karena egomu yang tak bernalar dan berlogika? Bahwa takkan ada yang bisa menjadi sempurna atas keinginan yang menghancurkan jiwa dan raga. Seperti aku mengingkanmu Read more
-
Bangun tidur dalam keadaan tubuh tak bisa bergerak, mata hanya bisa melihat kedepan, kaku seakan terpaku dalam kasur yang rasanya seperti kayu. Aku terkejut, ketika kusadar kini aku sudah 30 tahun. Wajah masih terlihat kencang seperti 3 menjadi 2. Namun tubuh hanya bisa merintih seperti tertindih. Kini aku sadar, masa-masa 3 menjadi 2 adalah saatnya Read more
