Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

prosa ahsae

  • Dialog Malam

    Jam menunjukkan pukul 01:00. Menghela nafas panjang, agar semua beban di malam ini setidaknya lebih ringan. Aku mulai bertengkar dengan batinku, seakan ini adalah dialog antar ego dan alter ego. “Kamu ini sudah tua, kenapa masih saja bermain-main? Lihatlah teman seumuranmu sudah bahagia dengan keluarga kecilnya” “Kamu yakin mereka bahagia? Bagaimana jika yang terlihat hanya… Read more

  • Sayup

    Kudengar ada yang menyebutmu dalam sebuah gurau. Kuperhatikan dengan sesama sayup-sayup kata yang keluar dari bibir mereka. Namamu begitu indah dibibir mereka. Diriku semakin bergusar. Mendengar dan membaca sayup-sayup itu. Tak lama, mereka diam. Tersenyum seperti akhirnya mendapat kesepakatan dalam pembicaraannya. Terlihat ada yang membawa bunga diantara mereka. Dengan indahnya, dirimu berjalan dari lorong terlihat… Read more

  • Tidur Cepat

    Jika dirimu bertanya, mengapa aku tidak tidur cepat. Aku sedang memikirkanmu dalam sepi, sebab aku tak mampu menemuimu. Aku sedang merencanakan bagaimana cara agar aku bisa mewujudkan keinginan kita, sebab itu adalah rencana mulia. Aku sedang mengingatmu dalam setiap senyum dan langkah kaki mungilmu itu, sebab segala kenangan denganmu adalah waktu yang tak bisa ku… Read more

  • Jika hanya ada Aku

    Aku yang terdiam dalam dalam rangkaian malam yang panjang, memandang putihnya atap rumah yang berbisik omong kosong. Ah, lelahnya aku menaiki tangga kehidupan ini. Kapan selesainya semua skenario bualan ini. Jika hanya ada Aku, maka aku akan memilih tenggelam daripada menunggu Hawa datang diciptakan. Read more

  • Janji

    “Janji yah kita bakal tetap temenan meskipun hubungan kita berakhir” katamu dengan senyum. Sepulangnya, aku memblock semua hal tentangmu. Read more

  • Tatkala doa yang kupanjatkan untuk segera kita bertaut dalam ikatan sehidup semati. Tuhan memalingkan wajahmu untuk memandang Pria yang lain. Pria yang begitu mapan, sesuai kriteriamu. Mungkin itu yang terbaikmu, walaupun aku berdoa memohon agar akulah yang terbaik untukmu dan kamulah yang terbaik untukku. Tapi apa daya, Manusia hanya bisa berencana tapi Tuhanlah yang menentukan. Read more

  • Kehidupan yang lain

    Kita sepertinya tak dipertemukan di kehidupan yang lain. Kamu menikah dengan orang lain, membangun kehidupan yang bahagia. Kekasihmu mencintaimu apa adanya, tak menuntut dirimu di dalam cangkang, dirinya akan membebaskanmu seperti burung. Sedangkan aku, dipertemukan oleh kekasih yang menuntutku, mencintaiku karena harta, melilitku bagai ular yang mampu membuat mati sekujur tubuhku secara perlahan. Tapi, itu… Read more

  • Membayangkan

    Sulit bagiku membayangkan dirimu jauh dariku. Seperti membayangkan bagaimana kondisi bumi ketika kiamat nanti. Bahkan aku enggan membayangkannya, terlalu dahsyat untuk hati yang mudah rapuh ini. Read more

  • Langit

    Langit tak bersuara, namun bulan dan bintang bertemu dalam keindahan. Langit hanya menghantarkan keduanya untuk bertemu, sebab tanpa perantaranya kasih hanya menjadi angan. Keduanya begitu harmonis di langit, apakah karena langit begitu ikhlas merelakan mereka bermesraan? Atau inikah pesan yang disampaikan langit dalam diamnya? Read more

  • Cintamu itu palsu, meracuniku dalam aroma lavender yang menyenyakkan. Jatuh aku dalam pelukan malaikat jelmaan. Ciuman yang manis, hangat dan melemahkan. Hingga aku mati dalam kefanaan cinta. Mataku terlelap menelan pil cinta palsumu itu. Dengan lembut “izinkan aku menghilang dalam tidurmu” Read more