prosa kehidupan
-
Ketika ku lahir, jiwa ku utuh. Melihat, mendengar, dan merasakan kebersamaan sebuah keluarga di tempat yang begitu hangat bernama rumah. Sekian tahun berjalan, ketika aku mulai memahami apa itu rumah dan jiwa yang utuh, setelah itu setengah jiwa ku pergi. Meninggalkan apa yang aku sebut rumah. Perlahan di setiap sudut rumah ada hanya haru, meninggalkan Read more
-
Kita sepertinya tak dipertemukan di kehidupan yang lain. Kamu menikah dengan orang lain, membangun kehidupan yang bahagia. Kekasihmu mencintaimu apa adanya, tak menuntut dirimu di dalam cangkang, dirinya akan membebaskanmu seperti burung. Sedangkan aku, dipertemukan oleh kekasih yang menuntutku, mencintaiku karena harta, melilitku bagai ular yang mampu membuat mati sekujur tubuhku secara perlahan. Tapi, itu Read more
