prosa kehilangan
-
Ketika ku lahir, jiwa ku utuh. Melihat, mendengar, dan merasakan kebersamaan sebuah keluarga di tempat yang begitu hangat bernama rumah. Sekian tahun berjalan, ketika aku mulai memahami apa itu rumah dan jiwa yang utuh, setelah itu setengah jiwa ku pergi. Meninggalkan apa yang aku sebut rumah. Perlahan di setiap sudut rumah ada hanya haru, meninggalkan Read more
-
Tak sanggup menatapmu, perlahan semakin berjarak. Cinta yang ku kira akan berakhir dalam bahtera kehidupan, aku, kamu dan anak kita. Kamu menjauh, seperti hilangnya bayangan dari cahaya, habisnya benang saat menjahit. Sampai ku mengira dirimu menyatu dengan bayangan ketika matahari tepat diatas kepala. Sudah saatnya merelakan, cinta yang tak tumbuh, cinta yang habis dan cinta Read more
