Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

prosa sakura story

  • Lari

    Kuniatkan lari demi datang kepelukanmu, lebih cepat setiap harinya walaupun hanya sedetik. Tak apa, terpenting dirimu menungguku di garis finish, menyambutku dengan pelukan hangat dan bangga. Read more

  • Terkadang Kita

    Harus mengerti walaupun tidak dimengerti. Harus meminta walaupun tidak diberi Harus tersenyum walaupun tidak bahagia. Harus menolong walaupun tidak pernah tertolong. Terkadang kita harus memaksa diri untuk biasa walaupun banyak keadaan yang luar biasa. Read more

  • Apalagi

    Yang harus kutulis untukmu, aku telah memuji banyak hal tentangmu di tulisanku. Kamu, kamu, dan kamu. Semua yang kutulis hanya untukmu dan tentangmu. Apalagi yang harus kuceritakan tentangku, begitu mendengarnya kamu langsung tertidur bahkan jadi jelita dengan tertutupnya matamu dan senyummu yang begitu tulus Apalagi… Read more

  • Pemikir

    Aku akan kehilangan Kehilangan sebuah angan Mencintaimu menyayangimu Dalam aksara yang abadi Di hati sang pencuri hati Berpikir tanpa hati Mengingat nanti Cuma aku, tanpamu Memaku di nisanmu. Read more

  • Masih lanjut

    Ngomongin cita-cita, mens search for meaning. Apa artinya jika aku tak punya tujuan, tak punya arah, hanya mengambang ditiup angin dan terhanyut dalam air hingga menyangkut dalam rawa yang isinya penuh dengan sampah. Read more

  • Jangan sampai lupa

    Tahun ini 2026 2 hari ku menunggu jawabanmu 0 pesan darimu 2 ceklis yang membiru 6 kata kukirimkan padamu Izinkan aku untuk tetap mencintaimu selalu. Read more

  • Takut Mati

    Mati tak dihindari, sebagaimana kematian adalah hal yang pasti dalam makhluk hidup. Aku akan mati, kamu akan mati, dia akan mati dan mereka pun akan mati. Pertanyaanku, mengapa takut mati? Kenapa banyak yang takut akan kepastian tersebut, bukankah seharusnya kita butuh kepastian? Apa karena kepastian itu datangnya mendadak? Atau apakah justru kita takut akan yang Read more

  • Lalu, Kini dan Nanti

    Lalu aku melihat sepijar cahaya, merintis kearahku seraya memanggilku dalam nestapa. Mengenggamnya saat dekat, mendekapnya dalam pelukan. Lalu, aku memasukkannya dalam hati, lembut dan manis layaknya cheesecake yang masuk ke dalam mulut. Kini, aku menyukainya lebih dalam, terteguk setetes air dari oasis yang penuh dahaga. “Ahh, Nikmatnya” Ujarku. Aku sempat bertanya, apakah ini nyata? Sebab Read more

  • Insomnia

    Terkurung dalam abstrak, terhimpit oleh kegelapan. Penglihatan tertuju satu titik, gelap tergelap. Mendistorsi saraf yang ada, seakan ingin bebas dalam kegelapan. Padahal, semakin bebas semakin mati dalam harapan. Terkungkung dalam dinasti kekhawatiran, bagai ditelan makhluk mitologi. Yang kian menggerogoti alam pikiran. Read more

  • Nanti

    Isinya harap, sebab hanya itu jika berpikir tentang nanti. Nanti, kita akan selalu bergandeng tangan. Nanti, kita akan selalu menguatkan. Nanti, kita harus jaga senyuman. Nanti, kita harus tetap nyaman. Sebab, aku tak menuntutmu lebih. Kamu pun tak menuntutku lebih. Kita harus sabar saat menyiram pohon yang kelak akan tumbuh dan berbuah manis. Nanti tak Read more