Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

prosa sakura story

  • Kisi-Kisi

    Genting! Genting! Gimana kalau jadinya aku ga naik kelas gara-gara ujian matematika ini? Ahhh Andai saja kisi-kisi itu ada aku pasti ngga akan sepusing ini, ngerjain ujian. Tapi, gitu juga ngga sih dalam kehidupan? Seandainya ada kisi-kisi jawaban ujian pasti aku bakal lebih mudah menghadapi hidup. Read more

  • Kereta Terakhir

    Senyum perpisahan itu begitu teringat, dikala pertemuan pertama kita berakhir. Aku mengantarmu ke peron terakhir, nampaknya disini hanya ada kita. Angin malam yang menghembus dihantar oleh suara pengumuman kereta terakhir malam ini. “Terimakasih untuk hari ini, ya” ucapnya tersenyum lebar Aku hanya mengganggukan kepala, sebab aku terbisu bahagia. Suara bising kian mendekat, kereta terakhir akhirnya… Read more

  • Sirna Cinta

    Dalam percakapan di dalam kafe, sepasang kekasih beradu mulut. Gebrakan lantang dari meja, mereka menghiraukan minuman yang terjatuh akibatnya. Itu semua perkara bosan. Katanya dulu begini sekarang begitu. Dulu ucapan cinta terucap, sekarang cinta hanya sekedar ingatan. Dulu lembut tuturmu, sekarang menusuk setiap katamu. Dulu tubuhmu memelukku hangat, sekarang sikapmu mendingin. Jika kita sebuah kapal,… Read more

  • Dialog Malam

    Jam menunjukkan pukul 01:00. Menghela nafas panjang, agar semua beban di malam ini setidaknya lebih ringan. Aku mulai bertengkar dengan batinku, seakan ini adalah dialog antar ego dan alter ego. “Kamu ini sudah tua, kenapa masih saja bermain-main? Lihatlah teman seumuranmu sudah bahagia dengan keluarga kecilnya” “Kamu yakin mereka bahagia? Bagaimana jika yang terlihat hanya… Read more

  • Tidur Cepat

    Jika dirimu bertanya, mengapa aku tidak tidur cepat. Aku sedang memikirkanmu dalam sepi, sebab aku tak mampu menemuimu. Aku sedang merencanakan bagaimana cara agar aku bisa mewujudkan keinginan kita, sebab itu adalah rencana mulia. Aku sedang mengingatmu dalam setiap senyum dan langkah kaki mungilmu itu, sebab segala kenangan denganmu adalah waktu yang tak bisa ku… Read more

  • Anakku

    Jika kematian menjemputku saat dirimu masih disusui ibumu, ayah minta maaf tidak bisa membesarkanmu dengan baik, tapi percayalah pada ibumu nak. Dia akan menjadi pelindungmu, ikutilah setiap tutur katanya yang baik, sebab itu ibumu adalah pilihan terbaik sang Pencipta untukmu. Jika kematian menjemput kekasihku yang menjadi ibumu, saat dirimu membutuhkan susu. Maafkanlah kegagalanku nak, sebab… Read more

  • Tatkala doa yang kupanjatkan untuk segera kita bertaut dalam ikatan sehidup semati. Tuhan memalingkan wajahmu untuk memandang Pria yang lain. Pria yang begitu mapan, sesuai kriteriamu. Mungkin itu yang terbaikmu, walaupun aku berdoa memohon agar akulah yang terbaik untukmu dan kamulah yang terbaik untukku. Tapi apa daya, Manusia hanya bisa berencana tapi Tuhanlah yang menentukan. Read more

  • Membayangkan

    Sulit bagiku membayangkan dirimu jauh dariku. Seperti membayangkan bagaimana kondisi bumi ketika kiamat nanti. Bahkan aku enggan membayangkannya, terlalu dahsyat untuk hati yang mudah rapuh ini. Read more

  • Langit

    Langit tak bersuara, namun bulan dan bintang bertemu dalam keindahan. Langit hanya menghantarkan keduanya untuk bertemu, sebab tanpa perantaranya kasih hanya menjadi angan. Keduanya begitu harmonis di langit, apakah karena langit begitu ikhlas merelakan mereka bermesraan? Atau inikah pesan yang disampaikan langit dalam diamnya? Read more