Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

prosa

  • Jika hanya ada Aku

    Aku yang terdiam dalam dalam rangkaian malam yang panjang, memandang putihnya atap rumah yang berbisik omong kosong. Ah, lelahnya aku menaiki tangga kehidupan ini. Kapan selesainya semua skenario bualan ini. Jika hanya ada Aku, maka aku akan memilih tenggelam daripada menunggu Hawa datang diciptakan. Read more

  • Renungan

    Dalam sedikitnya aku bertemu denganmu,dirimu tetap memberi cinta dan kasihmu.Ketika butuh dirimu, engkau lesat datang.Bahkan saat melupakan, kamu mengingatku. Tanpa sadar, aku mencintaimu dalam lisan.Sedangkan, engkau mencintaiku tanpa batasan. Maaf, tapi izinkanlah aku mencintaimu dengan benar.Ingatkanlah aku selalu atas cintamu yang tanpa batas. Read more

  • Menangis dalam kelelahanku melupakanmu.Aku merindukanmu, tapi tak berniatku kembali padamu.Dirimu datang dengan mudahnya di kepalaku,Mencabik-cabik segala kenangan yang kamu lakukan padaku. Aku benci merindumu,Namun rindu tak bisa kuhindar begitu saja.Sebab rindu datang dengan sebab,sebab aku melihatmu berlalu-lalang di kepalaku. Read more

  • Menghilang Dalam Kata

    Malam yang menjelma dalam kata, menghantar bayangmu yang serupa kalimat.Tak panjang namun tak pendek, begitulah dirimu. Sehingga kisah ini berada di tengah antara kita. Aku tak maju, namun dirimu tak mundur. Begitulah, sehingga kata menjadi saksi menghilangnya kisah kita. Read more

  • Katanya Hidup

    Katanya hidup itu harus bahagia, tapi bagaimana kita bisa mengenal kesedihan? Katanya hidup itu harus punya tujuan, tapi kalo ditengah jalan kita tersesat dan kehilangan tujuan kita bagaimana? Katanya hidup itu harus saling mengasihi, tapi jika tidak ada sesuatu yang mau dikasih bagaimana? Nyatanya hidup itu berjalan sesuai keadaanmu saja, tidak perlu menstandarkan hidup orang… Read more

  • Kesepian?

    Kamu kesepian? Peluklah dirimu dan katakan “Tuhan Bersamamu”. Menangislah, sebab kamu memang makhluk yang lemah dan tak sempurna. Menangislah, sebab kamu tak bisa sendiri menghadapi dunia ini. Menangislah, sebab kamu rendah dimata Tuhan. Read more

  • Jika Cantikmu Itu

    Jika cantikmu itu milikku, takkan kubagikan dengan siapapun. Jika ocehanmu itu milikku, takkan kubiarkan orang lain mendengarnya. Jika orang lain bilang ku serakah, biarkanlah. Sebab, aku tak ingin engkau menjadi gula yang dikerumuni semut. Hanya kamu milikku dan aku milikmu. Read more

  • Halaman dan Penanda

    Kubaca berulang kali halaman yang sama, tentang bagaimana perjalanan cinta kita. Tentang kebahagiaan yang pernah kita lalui. Satu halaman yang berisi bagaimana kita saling bergenggaman tangan, berpiknik ria sambil berbicara tentang orang sekitar. Tak ada senyummu di halaman itu, tapi aku ingat dengan jelas raut wajahmu yang ceria. Raut wajah yang membuatku jatuh hati berkali-kali.… Read more

  • Kalo Kata Mamah

    Kalo kata mamah, alam itu memiliki arti. Hujan berarti nikmat, terik berarti berkah, cerah berarti cinta. Kalo kata mamah, aku gaboleh mencintai manusia sepenuh hati. Sebab, ada cinta yang harus kusisakan untuk diriku sendiri. Kalo kata mamah, wanita itu mudah dimengerti. Tinggal iyakan aja apa yang ia mau. Kalo dipikir kata mamah ada benarnya juga! Read more

  • Hilang arah dalam bisik

    Hendak membasuh diri dengan kebaikan, namun ada bisik yang membuat terusik. Nikmat yang singkat hingga membuat terpikat dan melekat. Meminta tolong namun aku berbohong, hingga bisik menjadi asik yang tak lagi mengusik. Bisik itu memaku dalam sesat, sesat yang hebat hingga hilang arah dan sulit untuk kembali. Read more