prosa
-
Dia hadir, dia hadir, dan dia juga hadir. Ada yang sengaja diundang ada yang tak sengaja. Bukan perkara main-main, tapi tentang mencari. Takut mengecewakan, takut tak bisa memilih, takut semua ini percuma. Tuhan memberikan isyarat-isyarat namun sulit kubaca. Inikah yang terbaik? Atau apa arti dari semua ini? Sejenak berikanku waktu untuk memahami arti. Read more
-
Apakah aku berhak mencintaimu? Apakah aku berhak dicintaimu? Apakah ada kalanya menjadi “Kita”? Walaupun tak ada cinta yang menjadi kata. Apakah aku bisa membuatmu bahagia Dengan cinta yang terucap setia? Apakah aku bisa membuatmu baik-baik saja, Dengan cinta yang hanya tindakan saja? Bagaimana aku bisa mencintaimu, jika dirimu hanyalah harapanku. Bagaimana jika dirimu tiada, kita… Read more
-
Memang berteman dengan kesepian seperti love-hate relationship. Bebas namun sedih, sedih namun bebas. Begitulah nampaknya kesepian. Aku ingin memeluknya, tapi menyakitkan. Read more
-
Seiring tumbuhnya cinta, menambah tumbuh rasa rindu yang berlabuh. Di hati pecinta sepertiku, tumbuh begitu cepat. Bahkan tak perlu disirami, ia hanya butuh kehadirannya. Tumbuh bukan sekedar tumbuh, perlahan ia mekar menjadi bunga yang begitu indah dan mendatangkan kupu-kupu yang begitu cantik lalu bersemayam diatasnya. Tumbuh bukan sekedar tumbuh, ia berkembang menjadi kasih dan sayang,… Read more
-
Aku melihatmu, mataku berbinar. Aku membayangkan dirimu menjadi pendampingku. Tapi, aku hanya bisa membayangkan. Tak bisa sepenuhnya itu menjadi kenyataan. Binar di matamu, bukan ketika melihatku. Dia yang kamu cari dan mungkin dia yang kamu inginkan. Read more
-
Menangislah, marahlah, tertawalahapa yang terjadi di dunia ini hanyalah bualan Kuatkan dirimu, kuatkan segalanyajangan pernah lemah dan tertindas Kuatkan dirimu, kuatkan segalanyadari hati, pikiran, Dan Tenaga aku benci, aku cintaaku marah, aku sayangAku diam, aku berbicara begitulah diriku dengan perasaan yang selalu menari tak henti,menikmati dawai indahnya dunia yang hanya bualan Read more
