Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

prosa

  • Siapa sangka

    Awal terlewat hingga jeda menyela. Aku takut semua menuntut runtut. Sedangkan aku hening bergeming. Aku takut maknanya hilang, seakan tertutup warna belang. Menyangka yang tak kusangka dan disangka. Hingga hati mensiasati keadaan mati. Read more

  • Sebentar

    Sebentar rasanya, namun dirimu masih mengingatku. Dikala waktu tak pernah berpihak, aku diingat oleh dirimu. Aku bahagia, sekecil itu membuat diriku makin mencintaimu. Mungkin ini bukan cinta yang murni, karena kurasa aku mencintaimu di level eros. Aku ingin mencintaimu dengan perasaan sesungguhnya. Namun, aku belum siap mencintaimu, karena aku tau siapa diriku dan bagaimana diriku. Read more

  • Rasanya

    Ahh, rasanya waktu begitu menjauh diantara aku dan kamu, senyummu yang kurindu, kian menipis dalam ingatanku. Kamu pergi diantara bayang-bayang yang tak pernah kutemui. Indahmu yang terpancar kian terlupa, tapi aku masih mengingat sosok mu, hanya aku yang lupa tentang rasamu. Read more

  • Bahkan

    Hanya untuk merindu saja, bahkan aku harus menderita. Hidup dengan rindu rasanya sedikit membuat mual. Yang kusuka di rindu hanya bagian cintanya saja, sisanya membuatku hampir mati. Seandainya aku tak menyukai cinta, bahkan aku enggan untuk merindu. Dalam detik jam yang berlalu, rindu berdetak seperti aliran darah yang mengalir. Begitu menggebu dan menimbulkan rasa sesak.… Read more

  • Apakah kau Rindu

    Apakah kau rindu? Dikala malam yang sendu, aku bertemu. Apakah kau rindu? Dikala ibu sudah tak menyapih dirimu. Apakah kau rindu? Dikala masa lalu datang meneduh. Meneduh memberikan manis dan pahit. Apakah kau rindu? Ketika di matamu hanya ada aku, dan di mataku ada kamu. Read more

  • Kangen atau Rindu

    Yah, bisa dibilang keduanya. Soalnya bukan hanya kata-kata saja yang melampiaskannya. Tapi semua berakhir dengan sikap. Bagaimana Aku merindumu itu tidak penting, ataukah Aku mengucapkannya baru itu penting? yang penting kan Aku merindumu. Aku setiap hari merindumu, tapi Aku ngga mengungkapkannya kepadamu. Biarkan angin berhembus yang tanpa disadari sudah menyejukkan hidupmu. Read more

  • Menghilang sejenak

    Engkau sejenak menghilang dari pikiranku, aku bahkan tak ingat lagi wajahmu. Aku hanya berusaha untuk mengingatmu yang membuatku mencintaimu. Aku masih mencintaimu dalam rindu yang menghilang, rindu yang takkan mengembalikan wajahmu kembali. Apakah aku keliru tentang perasaan ini? Atau aku hanya terlalu merindumu? Kembalilah ke dalam ingatanku. Read more

  • Air Mata

    Rinduku berubah menjadi tangis, air mataku menandakan seberapa rinduku padamu. Kala air mataku turun deras, rinduku sudah tak terbendung. Air mataku jatuh, tatkala aku sedang memikirkanmu, merindukanmu dan mencintaimu. Bahkan air mataku kini menjadi suci karena mengandung cinta dan rinduku yang amat dalam. Read more

  • Rindu dan Sabar

    Sabar untuk merindu, karena rindu itu sulit. Seperti jalanan yang tanpa ujung. Karena rindu akan selalu datang, datang tanpa harap tanpa angan. Ia hadir seperti udara, tak disangka ia ada. Hanya saja jika kita merenunginya rindu akan tumbuh begitu besar. Sabar merupakan kunci untuk menghadapi rindu. Orang sabar pasti sedang merindu. Rindu tentang apa? Siapa… Read more

  • Detik Ini

    Sampai detik ini, Yang Maha Indah masih membiarkanku merasa sepi. Tak kunjung hatiku berlabuh pada seorang wanita pun. Mungkin mendekat-Mu adalah sebuah petunjuk, untukku merasakan rindu kepada-Mu dibanding kepada ciptaanmu yang bisa mengecewakanku, sedangkan Engkau memberiku kenikmatan yang tiada tara untukku tetap hidup dan merasakan cinta. Pada detik ini, aku merindukan interaksiku kepada-Mu, aku merindukan… Read more