puisi cinta
-
Tidakkah dirimu melihat bagaimana sayap-sayap itu patah?Tertipu oleh angin yang biasa menerbangkannya. Bukankah dirimu perlahan akan kehilangan sayapmu?Sebegitunya dirimu tak peduli pada sayapmu? Biarkanlah sayapku hilang, jika itu mebebankan kehidupanmu.Biarkanlah aku mati di darat, jika hanya sayapku itu yang kamu pedulikan. Read more
-
Yang kuinginkan menghilangYang kuhindari datang,Yang kunantikan tak siapLalu cinta ini seperti apa? Menangisi cinta yang kian kalang kabuthingga aku terjebak dalam permainanyang kumulai tanpa tau sebab akibatnya.Ternyata sulit, cinta semu seperti ini. Tak ingin memulai sesuatu yang sulit seperti ini, beban dihati hanya mematikan cintaku. Read more
-
Diamlah, sebab wajahmu begitu meronaDiamlah sejenakAku mencintaimu dalam kenanganlalu menicintaimu dalam harapan Cintaku, diammu indahdiammu rindukudiammu tatapkukarena indah dalam diammu Biarkan sejenak ku dalam pelukmu Read more
-
“Aku tanpamu bagaimana?” Gelisah tiada tara, kesepian melanda Mati dalam rasa, hidup tanpa asa Begitulah, keadaanku tanpamu. Gelapnya hutan dimalam hari, arah tak menentu, tersesat dan sesak. Rasa takut menghantui, hewan, lubang dan jurang. Seakan kepalaku tak berhenti berfikir. Rasa takut yang akut, dalam gelap yang merayap. Menggerogoti tubuh yang rapuh, sebab aku kehilanganmu. Read more
-
Tuhan tau mana yang terbaik untuk umatnya. Ia mendekatkan dan menjauhkan Ia memberikan dan memisahkan Ia membuat senang dan membuat sedih Itu perihal yang terbaik. Jadi, jika aku kini dipisahkan, maka tuhan akan memberikan yang terbaik, begitu pula aku yang sedih akan tuhan berikan kesenangan. Tuhan tau mana yang terbaik untuk umatnya. Read more
-
Siang hari begitu cepat Terik dan angin menerpa Tatkala kedua tangan ini menggenggam; Denganmu lebih baik; Kuyup yang menerpa Menjadi tawa sepasang remaja; Namun, senja menerpa Memisahkan insan dengan kegelapan Seakan yang datang menjadi keputusasaan Hingga harapan hanya khayalan. Kepadamu, maaf kita menjadi senja. Read more
-
Kutulis, kisah domba yang merindu. Dalam padang rumput yang luas, tak bertemu. Mencari dan menunggu ‘dimanakah dirimu?’ Tatkala diam menunggu, domba itu menangis. Hampa tubuhnya walau dilapisi bulu yang tebal. Kedinginan ia, tampak tak berguna lagi bulunya. ‘Duhai hatiku, entah sampai kapan aku harus merindu, menanti dan mencari dirimu. Aku hilang arah, akal ku membantah, Read more
