Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Puisi

  • Lagi-Lagi Hujan

    Hujan tak kunjung berhenti, melampiaskan amarahnya terhadap bumi. Bumi tak marah, rintik hujan mengantar rindu. Rindu sang hujan, membuatnya terus menetes hingga bumi dipenuhi kerinduan. “Hujan, marahlah padaku. Aku tau kau rindu, akupun rindu.” Read more

  • Menyelam

    Engkau yang terdiam, kini menyelam Menyelam kedalaman yang tersulam Aku menerka kebiasaan Engkau membuka harapan. Engkau menyelam ke dasar Aku sibuk berada di pasar Mencari yang hilang Rumah untukku pulang. Read more

  • Kehilangan Hari

    Hari demi hari kulewati, menanti hari yang akan tiba. Dimana aku dan kamu akan menjalani hari bersama, dan kita takkan terpisah bahkan oleh maut pun. Aku menantimu, dalam bayangan takdir yang kuhadapi. Aku merindumu, dalam samudera yang menenggelamkanku. Aku telah kehilangan diriku, sebab aku kehilangan hari disaatku merindumu. Read more

  • Duh

    Duh, nampaknya aku menyukaimu. Tenggelam dalam perasaan, yang bergejolak sangat dalam. Mencintaimu menjadi candu, bak meminum arak hingga dunia menjadi berbayang. Aku tak sanggup berdiri menghadapmu, aku terjatuh setiapku melihatmu. Dalam bayangmu aku menari rindu, dalam tatapmu aku terdiam mencintaimu. Duh, nampaknya aku menyukaimu. Read more

  • Suka Terdiam

    Jelas di matamu, bukan aku. Aku, masih buta karenamu. Kala kita berbincang, aku terdiam; Suka. Tak bisa mata ke mata. Aku ragu akan kata. Menahan rasa suka yang terdalam. Aku Terdiam. Read more

  • Malu sama Kamu

    Kala aku mencintaimu, yang tak mengenalmu bilang aku aneh. Kala aku mencintaimu, yang tak mengenalmu bilang kamu tak layak denganku. Kala aku mencintaimu, dunia indah. Kala aku mencintaimu, hatiku merekah. Mereka berkata “Kamu ga malu menikah sama yang lebih jelek darimu?” Mereka hanya tak mengerti tentangmu. Jika itu kamu, kamu malu ga sama aku? Read more

  • Cinta Tanpa Makna

    Demi langit yang indah, Demi sore menjadi senja. Nestapa malam kian merangkul, Di ujung sepi tetap menanti. O, langit yang luasnya tak kusanggupi. Kepadamu lah air ini mengalir; Aliran ke hilir bahagia, bukan untuk cinta tanpa makna. Read more

  • Kertas

    Kamu, menulisnya Kata-kata cinta Aku, membacanya Mataku berkaca-kaca Kamu tersenyum Aku tersipu Kamu memelukku Aku Menangis Makasih ya. Read more

  • Takut Untuk Menetap

    Aku mencintaimu, tapi aku harus pergi. Perahy ini harus berlayar kembali. Jika diam, angin mengombang-ambing perahu ini. Lebih baik kita bergerak dan berpisah. Tinggalkan perahu ini, dan kita saling berlayar dengan perahu yang berbeda. Karena, aku takut bersamamu. Aku takut tak bisa berlayar bersama ke arah yang kita tuju. Aku hanya takut untuk menetap. Read more

  • Kagum

    Kamu hebat, meski tanpa sebab Sebab aku mengagumimu Apapun itu kamu menjadi memikat Hatiku terikat kuat Tanpa sebab engkau melihat Diriku yang terpikat. Read more