Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

rindu

  • Menghilang sejenak

    Engkau sejenak menghilang dari pikiranku, aku bahkan tak ingat lagi wajahmu. Aku hanya berusaha untuk mengingatmu yang membuatku mencintaimu. Aku masih mencintaimu dalam rindu yang menghilang, rindu yang takkan mengembalikan wajahmu kembali. Apakah aku keliru tentang perasaan ini? Atau aku hanya terlalu merindumu? Kembalilah ke dalam ingatanku. Read more

  • Air Mata

    Rinduku berubah menjadi tangis, air mataku menandakan seberapa rinduku padamu. Kala air mataku turun deras, rinduku sudah tak terbendung. Air mataku jatuh, tatkala aku sedang memikirkanmu, merindukanmu dan mencintaimu. Bahkan air mataku kini menjadi suci karena mengandung cinta dan rinduku yang amat dalam. Read more

  • Rindu dan Sabar

    Sabar untuk merindu, karena rindu itu sulit. Seperti jalanan yang tanpa ujung. Karena rindu akan selalu datang, datang tanpa harap tanpa angan. Ia hadir seperti udara, tak disangka ia ada. Hanya saja jika kita merenunginya rindu akan tumbuh begitu besar. Sabar merupakan kunci untuk menghadapi rindu. Orang sabar pasti sedang merindu. Rindu tentang apa? Siapa Read more

  • Jarak Hubungan

    Bersamamu, ku tak bisa Mencintaimu tentu bisa. Diam memperhatikanmu Seakan ingin merayumu. Sayang, kau dilangit. Berjinjit pun sulit, Untuk menggapaimu Yang begitu semu Bagiku untuk bersamamu. Read more

  • Surat Cinta Dari-Nya

    Ia memberikan surat setiap harinya, surat yang abadi, penanda cinta-Nya. Aku, tidak sadar akan kasih dan sayang-Nya. Hingga surat-surat itu tak pernah kubaca. Bahkan aku hampir melupakannya. Tapi, pada akhirnya aku membaca surat-surat itu, surat penanda, petunjuk, cinta dan kasih sayang. Hati melemah, menyesali bodohnya diriku yang tak pernah mencintai-Nya balik. Read more

  • Kesal Merindu

    Ah, andai saja kita bisa berjumpa setiap waktu. Aku geram dengan jarak yang memisahkan ini. Aku ingin dekat denganmu, memegang tanganmu, sembari bercakap tentang harapanmu. Aku merindu, namun tak mampu menepis apa yang menjadi penghalang ini. Aku merindumu dalam suara angin yang menghembus di telinga. Aku merindumu sebab, berpisah denganmu adalah neraka bagiku. Read more

  • Bayanganmu

    Terbayang dirimu, rinduku ingin bertemu. Aku merindumu layaknya tempatku pulang. Senyummu masih membekas diingatanku. Percakapan sekejap itu, cukup membekas. Senyum di wajahmu itu, juga membekas. Bahkan bayanganku menjadi dirimu. Kini aku merindu, merasakan cinta yang lahir kembali hanya dari senyummu. Read more

  • Kopi dan Dirimu

    Cappuccino yah yang dingin Dirimu berbalas yang less sugar kan? Percakapan kurang dari 10 detik itu, membuatku sedikit jatuh semakin dalam untuk mencintaimu. Aku bahkan tak tau siapa namamu, aku begitu malu untuk semakin dekat padamu. Aku hanya menyukai orang yang mudah mengenalku. Kamu dan kopi, aku dan mimpi. Aku tak mengerti, dirimu pun tak Read more

  • Suara Hati

    Dalam suaramu, kau menyanyikan lagu yang menyayat hatimu. Lirih dalam luka yang tertanam membuat suaramu merintih. Hingga sesak dan tersedak bahkan air matamu hampir terjatuh. Dirimu menyanyikan lagi itu, membuatku merasakan rasa sakit yang kau alami sampai kini. Engkau bertahan dengan rasa sesak, hingga kini suaramu menyanyikan seraya melepaskan sakaratul maut cintamu. Engkau rindu dengannya, Read more

  • Senyum di Matamu

    Dirimu duduk di belantara, menatap mesra layar gawaimu. Diantara sekian banyak waktu yang kulalui denganmu, kali ini senyummu berbeda. Seperti sedang berkencan, berduaan di taman mimpi sembari membahas hal-hal kecil yang lucu. Diriku duduk di depanmu, penuh rasa khawatir akan siapa yang dirimu kencani itu. Diantara sekian banyak waktu yang dirimu lalu denganku, tak pernah Read more