Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Short Story

Full of short story content

  • Catatanmu .

    Dalam catatanmu yang kutemukan di lorong kantin. Ku mencuri cerita-ceritamu dalam bait-bait yang mungkin tak bisa kamu tebak. Keluguan dirimu tercatat manis, hingga melekat di nadiku. Mengalir begitu indah saat ku membaca hingga begitu larut. Aku jatuh suka padamu. Dirimu panik mencari catatan yang sudah menjadi setengah nyawamu. “Kamu mencari ini?” Diambilnya buku catatan itu Read more

  • Kereta Terakhir

    Senyum perpisahan itu begitu teringat, dikala pertemuan pertama kita berakhir. Aku mengantarmu ke peron terakhir, nampaknya disini hanya ada kita. Angin malam yang menghembus dihantar oleh suara pengumuman kereta terakhir malam ini. “Terimakasih untuk hari ini, ya” ucapnya tersenyum lebar Aku hanya mengganggukan kepala, sebab aku terbisu bahagia. Suara bising kian mendekat, kereta terakhir akhirnya Read more

  • Jika yang kita bangun hancur

    Dalam singkatnya perjalanan waktu, meramu asa setiap pikir. Di umur segini inginnya memiliki 100 juta pertama, ingin membangun usaha, ingin punya istri cantik ataupun suami yang tampan dan kaya, hingga ingin punya rumah yang idaman. Tak ayal, pikiran tiap hari ribut, menghadap kenyataan para inspirator maupun motivator yang nyatanya hidup dalam keadaan terdidik dan tak Read more

  • Tumbuhnya Tumbuh

    Seiring tumbuhnya cinta, menambah tumbuh rasa rindu yang berlabuh. Di hati pecinta sepertiku, tumbuh begitu cepat. Bahkan tak perlu disirami, ia hanya butuh kehadirannya. Tumbuh bukan sekedar tumbuh, perlahan ia mekar menjadi bunga yang begitu indah dan mendatangkan kupu-kupu yang begitu cantik lalu bersemayam diatasnya. Tumbuh bukan sekedar tumbuh, ia berkembang menjadi kasih dan sayang, Read more

  • Teriak Kilas

    Dalam tatapanmu, hendak meminta tolong. Seakan semua begitu melelahkan hingga akhirnya matamu tak sanggup lagi menahannya. “Teriaklah” sebenarnya hatimu sudah teriak namun tak ada yg bisa didengar. Hanya sekilas terpancar dari matamu. Takut dilawan, takut tertindas. Read more

  • Bahkan

    Hanya untuk merindu saja, bahkan aku harus menderita. Hidup dengan rindu rasanya sedikit membuat mual. Yang kusuka di rindu hanya bagian cintanya saja, sisanya membuatku hampir mati. Seandainya aku tak menyukai cinta, bahkan aku enggan untuk merindu. Dalam detik jam yang berlalu, rindu berdetak seperti aliran darah yang mengalir. Begitu menggebu dan menimbulkan rasa sesak. Read more

  • Tatkala Aku Melupakanmu

    Dalam diam ku berusaha melupakanmu, kuharap kaupun begitu. Terkekang dalam ingatan manis, namun teriris dengan tangis. Ingin ku melupakanmu. Dalam senyum aku merengut heran, tatkala aku melupakanmu. Heran dalam ingatan yang seakan melawan angan dengan kenangan. Sudahlah, melupakanmu sama saja aku akan terus mengingatmu dalam pikiran dan sanubariku. Read more

  • Rindu dan Sabar

    Sabar untuk merindu, karena rindu itu sulit. Seperti jalanan yang tanpa ujung. Karena rindu akan selalu datang, datang tanpa harap tanpa angan. Ia hadir seperti udara, tak disangka ia ada. Hanya saja jika kita merenunginya rindu akan tumbuh begitu besar. Sabar merupakan kunci untuk menghadapi rindu. Orang sabar pasti sedang merindu. Rindu tentang apa? Siapa Read more

  • Surat Cinta Dari-Nya

    Ia memberikan surat setiap harinya, surat yang abadi, penanda cinta-Nya. Aku, tidak sadar akan kasih dan sayang-Nya. Hingga surat-surat itu tak pernah kubaca. Bahkan aku hampir melupakannya. Tapi, pada akhirnya aku membaca surat-surat itu, surat penanda, petunjuk, cinta dan kasih sayang. Hati melemah, menyesali bodohnya diriku yang tak pernah mencintai-Nya balik. Read more

  • Kesal Merindu

    Ah, andai saja kita bisa berjumpa setiap waktu. Aku geram dengan jarak yang memisahkan ini. Aku ingin dekat denganmu, memegang tanganmu, sembari bercakap tentang harapanmu. Aku merindu, namun tak mampu menepis apa yang menjadi penghalang ini. Aku merindumu dalam suara angin yang menghembus di telinga. Aku merindumu sebab, berpisah denganmu adalah neraka bagiku. Read more