Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Short Story

Full of short story content

  • Kopi dan Dirimu

    Cappuccino yah yang dingin Dirimu berbalas yang less sugar kan? Percakapan kurang dari 10 detik itu, membuatku sedikit jatuh semakin dalam untuk mencintaimu. Aku bahkan tak tau siapa namamu, aku begitu malu untuk semakin dekat padamu. Aku hanya menyukai orang yang mudah mengenalku. Kamu dan kopi, aku dan mimpi. Aku tak mengerti, dirimu pun tak Read more

  • Kala Mimpi

    Di persimpangan kenyataan dan harapan, aku menemuimu dengan rasa bersalah. Aku menemuimu dalam kebohongan semu yang menakutkan. Aku dibunuh olehmu, oleh cintamu. Cintamu yang merasuk tubuhku perlahan kurindukan, namun tanpa sengaja aku akan terbunuh perlahan. Cintamu itu racun yang mencekik relung hatiku. Ruang hatiku bisa penuh oleh rasa cintamu. Tapi aku enggan, enggan merindukan cinta Read more

  • Kelopak pada Putik

    “Kelopak, tak kusangka kau selalu menemaniku semenjak aku belum menjadi apa-apa” “Putik, engkaulah kehidupan. Aku hanya penjagamu, aku hanya melindungimu, dan hanya sedikit memberimu keindahan. Tapi, engkaulah keindahan itu sendiri” Read more

  • Keramaian

    Terusik bisik-bisik sok asik. Mereka berbicara seakan mengetahui banyak hal, tidak ada yang lebih mengetahui dibanding Tuhan. Mereka menerka, sebenarnya terluka. Terluka oleh kenyataan yang seharusnya bisa mereka bentuk, namun mati tertutup oleh sosial yang membuatnya sial. Rasakan saja hidup terbisik oleh pengusik sok asik yang katanya mengerti hidupmu itu. Read more

  • Perihal Hujan

    Terikat oleh hujan, dengan basahnya tubuh. Malam yang kesekian kalinya aku merindukan wangi aromamu. Sebab, hujan menjadi pelekat harummu. Kulaju sepeda motorku dengan begitu hati-hati, sebab yang dihati sedang ku tangisi dalam rintihan air hujan yang merintih. Tak kuasa rinduku, menjadi pilu dan sendu seakan menyapu keinginanku untuk bertemu. Karena bertemu denganmu sama saja menjadikan Read more

  • Kuda

    Menaikinya dengan penuh keberanian, berharap ia tak mengamuk dan marah. Kupacu perlahan sambil ditemani sang ahli. Mungkin keberadaan sang ahli tak membuat ia gelisah dan marah. Jalannya mulai cepat, kian kunikmati perjalanan ini. Nampaknya aku mulai menyayangi kuda ini. Seakan mengajakku berlari dan menari. Kian merasakan angin yang menyelimuti tubuhku dengan aroma keindahan sekitarku. Ia Read more

  • Setengah Sadar

    Pergi berangkat jam 7, antara aku dan dia siapa duluan yah yang jatuh cinta. Pelan-pelan menuju kantor supaya aku tak mudah jatuh cinta. Kulihat jam, sudah jam 7.30 bentar lagi sampai. Sampai, cinta menyapa. Eh, maksudku dia. Pekerjaan terasa banyak, saking sibuknya aku lupa jatuh cinta. Kemana yah dia? Yaudah bentar lagi dia bakal muncul. Read more

  • Waktu yang berulang

    Hai diriku, sudah berapa kali kamu mengulanginya? Kesalahan yang sama yang selalu kamu ulangi. Bukankah letih merasakan itu? Piringan hitam tak pernah berputar arah, Bumi pun tetap berotasi sesuai lintasannya. Tapi kenapa kamu selalu mengulang seperti mundur sepuluh langkah dan berputar arah menjauhi apa yang menjadi tujuanmu. Kamu tak lagi mencintai wanita yang sama, dan Read more

  • Hidup dengan Takdir

    Mungkin dia telah melalui banyak hal, sehingga kini hanya percaya pada takdir. Mungkin, dia terlihat tanpa ambisi atau tanpa visi. Mungkin saja ia sedang merangkai kembali bongkahan rumah yang sudah menjadi puing secara perlahan. Ia percaya bahwa hidup tak perlu buru-buru. Ia percaya bahwa tuhan memiliki andil dalam memberikan hasil dari apa yang ia tanam. Read more

  • Mesin

    Berjalan dengan sendirinya, seakan di dunia ini memang hanya dirinya sendiri. Padahal, sering kali ia terjebak didalam situasi yang seperti itu. Tanpa dia ketahui, dirinya diatur oleh orang lain. Dirinya dia matikan dan membiarkan orang lain menggerakkannya. Itulah dia. Menyala Read more