Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

storytelling

  • Menyala

    kala mengisi ruang gelap; menghidupkan kematian yang abadi; hilang dalam ruang, tertumpuk harapan; makan tak kunjung kenyang; minum tak kunjung dahaga. padamkanlah yang menyala, biarkan gelap selalu ada. Read more

  • Perjalanan

    Tiap jalan yang kupandang, keberadaanmu mengiringi. Hembusan angin jalanan, mengelus tubuhku olehmu. Satu persatu angin menyapaku, membisikkan cintamu padaku. “Ahh, sejuk sekali” katamu. Aku mengecup dinding-dinding debu, yang menemaniku seraya dipeluk erat olehmu. Read more

  • Pintu Rumah

    *tok tok* Aku mengetuk pintu rumahmu, berharap engkau membukanya dan memberi senyummu. *tok tok* Aku berharap kali ini engkau membukanya dan memberiku sedikit senyum manismu. *tok tok* Ini yang terakhir, aku berharap engkau membukanya dan memberiku senyum. Read more

  • Kacamata

    Terlihat jelas kini, pandanganku terhadapmu. Yang kian hari semakin jelas semakin buruk. Kulihat kebohonganmu, kulihat kepiawaianmu dalam menusuk hati makhluk. Terlihat air matamu yang mengering, memohon padaku untuk tetap. Tidak, meskipun kau mengerang dan mengaum padaku, takkan goyah hatiku. Karena semua sudah terlihat jelas. Read more

  • Layar

    Bersinar terang, memancarkan bagaimana harusnya aku bekerja. Menekan tombol-tombol pintasan rupanya tak membuat pekerjaan lebih mudah ataupun lebih cepat. Aku kembali menatap layar, muncul sebuah pop-up notifikasi tambahan pekerjaan. “Yasudahlah, aku harus bekerja bagaimanapun juga” Aku berkata dalam hati. Mungkin memang ini yang harus kulakukan, menatap layar 24/7. Read more

  • Terlambat

    Disaat semua berjalan lebih baik, aku terlambat menyadari. Menyadari bahwa kamu yang membuat semuanya menjadi baik. Kini kamu pergi, meninggalkan sisa-sisa kebaikan yang kamu tuai. Kini, aku merindukanmu. Seandainya aku bisa membuat hidupmu lebih baik juga. Read more

  • Pesimis

    Bagaimana aku bisa memberimu kebahagiaan, jika hidup ini diambang ketidakpastian. Takut mengecewakan hidupmu yang sudah baik, takut membuatmu sakit dikala hidupmu sedang baik-baiknya, dan aku takut hidupmu menjadi semakin tidak baik. Walaupun kau ingin bersamaku, kumohon jangan. Aku hendak membiarkanmu mendapatkan yang lebih baik dariku. Jika dirimu merasa lebih baik bersamaku, maka aku akan bertanya Read more

  • Tangis

    Aku melihatmu merenung di meja kerjamu. Ku tanya “Ada apa?” Sejenak dirimu diam, lalu melihat ke arahku. Air matamu mengalir, aku bingung. Aku menepuk pundakmu, seakan berkata ‘menangislah’. Semakin tak terbendung air matamu, lalu kamu bercerita dengan isak tangismu. Aku mendengarkan, menghapus air matamu. Read more

  • Mendengarmu

    Aku suka mendengarmu, aku tak lelah jika hanya mendengar suaramu seharian. Begitu nyaman, tenang, dan aman. Suka Kira-kira butuh berapa data untuk menyimpan suaramu yang menenangkan dan membuatku nyaman. Mendengarmu ku bahagia. Read more

  • Diferensial

    Mungkin, memulai hal baru itu butuh pembelajaran terlebih dahulu. Perihal perbedaan terkadang mencolok disebuah keadaan. Terutama perihal sifat. Berbeda dan berlawanan adalah aku dan dia. Justru, terlalu banyak perbedaan kita. Aku yang serba terencana, terstruktur, dan disiplin. Dihadapkan dengan dia yang suka dadakan, tidak disiplin, dan acak-acakan sesuatunya. Dalam beberapa pemikiran, mungkin ini adalah suatu Read more