Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

takut

  • Bagaimana

    “Aku tanpamu bagaimana?” Gelisah tiada tara, kesepian melanda Mati dalam rasa, hidup tanpa asa Begitulah, keadaanku tanpamu. Gelapnya hutan dimalam hari, arah tak menentu, tersesat dan sesak. Rasa takut menghantui, hewan, lubang dan jurang. Seakan kepalaku tak berhenti berfikir. Rasa takut yang akut, dalam gelap yang merayap. Menggerogoti tubuh yang rapuh, sebab aku kehilanganmu. Read more

  • So-sial attention

    Bukannya aku takut untuk mencintaimu, tapi apalah dayaku yang hanya seorang yang tak memiliki apapun. Aku tak tau apa yang kau mau, sehingga aku tak bisa memenuhi apa itu. Sialnya aku, jatuh hati padamu begitu dalam. Tak bisa kulihat dirimu hanya sebagai teman. Lalu, aku diharapkan untuk mencintaimu. Sayangnya aku masih takut. Selalu takut. Read more

  • Takut Maaf

    Dikumandangkannya permintaan maaf, namun sedikit ketulusan di hati. Tatkala kata tak berarti hingga perbuatan pun dicurigai. Lalu, aku seringkali takut meminta maaf. Bukan karena kesalahanku. Tapi aku pasti salah. Aku meminta maaf bukan dari hatiku, tapi dari apa yang kutakutkan. Ia tak tahu hatiku, dan akupun tak mengetahui hatinya. Read more

  • Teriak Kilas

    Dalam tatapanmu, hendak meminta tolong. Seakan semua begitu melelahkan hingga akhirnya matamu tak sanggup lagi menahannya. “Teriaklah” sebenarnya hatimu sudah teriak namun tak ada yg bisa didengar. Hanya sekilas terpancar dari matamu. Takut dilawan, takut tertindas. Read more

  • Gerhana

    Tatkala langit gelap, dikarenakan pertemuan keduanya. Engkau berlutut berharap, akan pengampunan-Nya. Seakan takut inilah akhir dunia. Dimana dosa yang kau miliki begitu berlimpah. Engkau bertobat, takut akan siksaan yang dijanjikan.  Dalam hati bergumam “Ya Tuhan, rahmatilah aku dengan kasih sayang-Mu, masukkanlah aku ke surga-Mu. Aku takut akan siksaanmu, Engkaulah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Read more

  • Tak Bisa Kuhindarkan

    Kala malam menyepi, dirimu duduk diantara keheningan. Menyapu segala bising, sehingga sayupmu begitu jelas. Tatkala aku bergumam tentangmu, dirimu tersipu. Namun, aku takut jika kau akan menghilang dari hadapanku. Dirimu menyegarkan layaknya oasis ditengah gersangnya padang pasir, namun aku khawatir bayanganmu itu ternyata menipuku. Aku takut ketika sudah menghampirimu, ternyata semua itu hanya khayalan dan Read more

  • Siapa sangka

    Awal terlewat hingga jeda menyela. Aku takut semua menuntut runtut. Sedangkan aku hening bergeming. Aku takut maknanya hilang, seakan tertutup warna belang. Menyangka yang tak kusangka dan disangka. Hingga hati mensiasati keadaan mati. Read more