Kutulis, kisah domba yang merindu. Dalam padang rumput yang luas, tak bertemu. Mencari dan menunggu ‘dimanakah dirimu?’
Tatkala diam menunggu, domba itu menangis. Hampa tubuhnya walau dilapisi bulu yang tebal. Kedinginan ia, tampak tak berguna lagi bulunya.
‘Duhai hatiku, entah sampai kapan aku harus merindu, menanti dan mencari dirimu. Aku hilang arah, akal ku membantah, tubuhku meringkih. Sebab aku merindu.’
Tinggalkan komentar