Lenyap perkara kedewasaan yang semakin menggerogoti. Habis tubuh ini, dimakan kesia-siaan.
Perkara ketidak mampuan, semakin menyesal dalam diri yang serendah-rendahnya. Tak bisa dimaknai bahkan tak bisa dibanggakan. Akulah makhluk yang sia-sia itu.
Siklus yang terjadi, hingga bodoh menjadi. Begitulah kemunduran diri.
Apakah aku dimata sang pencipta?
Tinggalkan komentar