Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

Poem

  • Menjadi Senja

    Siang hari begitu cepat Terik dan angin menerpa Tatkala kedua tangan ini menggenggam; Denganmu lebih baik; Kuyup yang menerpa Menjadi tawa sepasang remaja; Namun, senja menerpa Memisahkan insan dengan kegelapan Seakan yang datang menjadi keputusasaan Hingga harapan hanya khayalan. Kepadamu, maaf kita menjadi senja. Read more

  • Izinkan aku mencintaimu di malam hari, sebab malam itu sepi. Aku benci sepi, sebab siapapun membisik. Ada kata yang tak sempat kuucapkan untukmu yang kucintai, sebab hanya malam aku merasa sepi. Namun engkau tidur terlelap, hingga kata-kata hanya lewat sekejap. Tidurlah, namun aku mencintaimu tiap malam hari. Read more

  • Dilema

    Diantara pilihan, aku tak mampu memilih. Lengan layu, mengayun pada ujung jari. Bukan pecundang ataupun pembohong. Memilih namun ringkih, tentang hati yang tak pasti. Takut hujung berubah, memburuk dan terpuruk. Read more

  • Wajahmu

    Bahkan, melihat wajahmu rinduku menggebu Seakan ingin bertamu untuk meramu Cinta yang kian tumbuh dan mati Nampaknya aku, masih Mencintaimu dalam hati yang terdalam Namamu tertanam, cinta dalam diam Read more

  • Penghujung Waktu

    Di penghujung waktu, aku mengingatmu Di gusarnya matahari dengan teriknya Aku menjelma waktu, abadi dalam cinta. Menjadi waktu tak mudah, Sebab, ia akan menjadi dirimu dan diriku. Kitalah waktu itu. Di penghujung waktu, aku mencintaimu Di penghujubg waktu, aku bersamamu Read more

  • Terlewat

    Ada hari yang terlalu sibuk Untuk hidup terasa hidup Ada cinta yang membuatku mabuk Agar hati tetap hidup. Semua terlewat, seakan memang cepat berlalu. Malam hanya malam tanpa makna. Bukan menjadi kedekatan terhadap pencipta. Mungkin… Read more

  • Siapa sangka

    Awal terlewat hingga jeda menyela. Aku takut semua menuntut runtut. Sedangkan aku hening bergeming. Aku takut maknanya hilang, seakan tertutup warna belang. Menyangka yang tak kusangka dan disangka. Hingga hati mensiasati keadaan mati. Read more

  • Apakah kau Rindu

    Apakah kau rindu? Dikala malam yang sendu, aku bertemu. Apakah kau rindu? Dikala ibu sudah tak menyapih dirimu. Apakah kau rindu? Dikala masa lalu datang meneduh. Meneduh memberikan manis dan pahit. Apakah kau rindu? Ketika di matamu hanya ada aku, dan di mataku ada kamu. Read more

  • Membaca Surat

    Surat-surat yang diri-Mu berikan, Kata-kata yang berkeyakinan. Kala hati sedang risau, Surat-Mu menusuk seperti pisau; Begitu tajam menyadarkanku. Bertekuk sujud diriku; Meminta ampun atas kesalahanku. Read more

  • Jarak Hubungan

    Bersamamu, ku tak bisa Mencintaimu tentu bisa. Diam memperhatikanmu Seakan ingin merayumu. Sayang, kau dilangit. Berjinjit pun sulit, Untuk menggapaimu Yang begitu semu Bagiku untuk bersamamu. Read more