Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

  • Izinkan aku mencintaimu di malam hari, sebab malam itu sepi. Aku benci sepi, sebab siapapun membisik. Ada kata yang tak sempat kuucapkan untukmu yang kucintai, sebab hanya malam aku merasa sepi. Namun engkau tidur terlelap, hingga kata-kata hanya lewat sekejap. Tidurlah, namun aku mencintaimu tiap malam hari. Read more

  • Hilang arah dalam bisik

    Hendak membasuh diri dengan kebaikan, namun ada bisik yang membuat terusik. Nikmat yang singkat hingga membuat terpikat dan melekat. Meminta tolong namun aku berbohong, hingga bisik menjadi asik yang tak lagi mengusik. Bisik itu memaku dalam sesat, sesat yang hebat hingga hilang arah dan sulit untuk kembali. Read more

  • Sejenak Memberi Arti

    Dia hadir, dia hadir, dan dia juga hadir. Ada yang sengaja diundang ada yang tak sengaja. Bukan perkara main-main, tapi tentang mencari. Takut mengecewakan, takut tak bisa memilih, takut semua ini percuma. Tuhan memberikan isyarat-isyarat namun sulit kubaca. Inikah yang terbaik? Atau apa arti dari semua ini? Sejenak berikanku waktu untuk memahami arti. Read more

  • Kemunduran Diri

    Lenyap perkara kedewasaan yang semakin menggerogoti. Habis tubuh ini, dimakan kesia-siaan. Perkara ketidak mampuan, semakin menyesal dalam diri yang serendah-rendahnya. Tak bisa dimaknai bahkan tak bisa dibanggakan. Akulah makhluk yang sia-sia itu. Siklus yang terjadi, hingga bodoh menjadi. Begitulah kemunduran diri. Apakah aku dimata sang pencipta? Read more

  • Domba

    Kutulis, kisah domba yang merindu. Dalam padang rumput yang luas, tak bertemu. Mencari dan menunggu ‘dimanakah dirimu?’ Tatkala diam menunggu, domba itu menangis. Hampa tubuhnya walau dilapisi bulu yang tebal. Kedinginan ia, tampak tak berguna lagi bulunya. ‘Duhai hatiku, entah sampai kapan aku harus merindu, menanti dan mencari dirimu. Aku hilang arah, akal ku membantah,… Read more

  • Dilema

    Diantara pilihan, aku tak mampu memilih. Lengan layu, mengayun pada ujung jari. Bukan pecundang ataupun pembohong. Memilih namun ringkih, tentang hati yang tak pasti. Takut hujung berubah, memburuk dan terpuruk. Read more

  • Hujan Bayang

    Hujan menyapa dalam bentuk cinta yang tak dipungkiri. Nyaman dan sejuk, begitulah hawa ketika engkau hadir. Tatkala rintik bergeming, engkau berbisik lembut seraya membuatku merasa disayang. Tuhan, hujan adalah ciptaanmu yang begitu memberi arti. Read more

  • Tenggelam Diri

    Tatkala aku harus berubah, supaya semua orang menyukaiku. Aku mencintai diriku, namun aku dibenci. Aku yang selalu tersenyum, membuat mereka termenung. Hingga aku dirundung, perkara mereka yang tak menyukaiku. Tatkala itu, aku membenci diriku. Aku yang apa adanya menilai ada apanya. Aku tak punya apa-apa dan aku tiada adanya. Perkara eksistensi yang kian meredup, aku… Read more

  • Sepi Menyepi Sendirian

    Tuhan, jika memang kesepianlah teman sejatiku maka buatlah aku tenang bersamanya. Jika memang menyepi adalah caramu untuk membuatku mendekat maka terimalah aku. Jika sendirian adalah jalan hidupku yang kau berikan maka lapangkanlah dadaku dalam sepi dan menyepi. Read more

  • Aduh

    Jatuh, sakit. Namun mencoba kembali bangkit. Tanpa mengungkit rasa sakit. Cinta, indah. Jatuh cinta terasa indah namun sakit. Sakit karena tak bangkit dari harapan yang terakit. Menjauh dari cinta itu sulit, seperti kulit teriris-iris lalu berbelit. Read more