-
Terhirup wangi dari angin yang dihempas saat berlari. Terlihat kegelisahan hadir disekujur aromanya. Satu lift bersama menuju lantai yang berbeda. Hanya kita berdua, ia berulang kali menatap waktu yang berada dipergelangannya. Namun wanginya sudah tersimpan dalam lift yang kita pijaki. Harumnya berkembang-biak di hidungku bahkan hingga ke paru-paruku. Pintu lift terbuka, ia bergegas menuju ruangannya,… Read more
-
Lalu aku melihat sepijar cahaya, merintis kearahku seraya memanggilku dalam nestapa. Mengenggamnya saat dekat, mendekapnya dalam pelukan. Lalu, aku memasukkannya dalam hati, lembut dan manis layaknya cheesecake yang masuk ke dalam mulut. Kini, aku menyukainya lebih dalam, terteguk setetes air dari oasis yang penuh dahaga. “Ahh, Nikmatnya” Ujarku. Aku sempat bertanya, apakah ini nyata? Sebab… Read more
-
Terkurung dalam abstrak, terhimpit oleh kegelapan. Penglihatan tertuju satu titik, gelap tergelap. Mendistorsi saraf yang ada, seakan ingin bebas dalam kegelapan. Padahal, semakin bebas semakin mati dalam harapan. Terkungkung dalam dinasti kekhawatiran, bagai ditelan makhluk mitologi. Yang kian menggerogoti alam pikiran. Read more
-
Apa kabarmu? Kuharap apa yang kamu ceritakan padaku dulu sedikit berkurang atau mungkin sudah hilang. Kuharap meskipun tak bersama, tapi kamu takkan pernah melupakanku. Sebab, aku mencintaimu dari hati. Tak terpungkiri oleh rasa sakit. Sakit hanya setitik, namun cintaku selangit. Sebab aku tetap disini mencintaimu dalam pahit. Manismu tetap sama kan? Kamu tak pernah murung… Read more
-
Isinya harap, sebab hanya itu jika berpikir tentang nanti. Nanti, kita akan selalu bergandeng tangan. Nanti, kita akan selalu menguatkan. Nanti, kita harus jaga senyuman. Nanti, kita harus tetap nyaman. Sebab, aku tak menuntutmu lebih. Kamu pun tak menuntutku lebih. Kita harus sabar saat menyiram pohon yang kelak akan tumbuh dan berbuah manis. Nanti tak… Read more
-
Semua orang unik, katanya. Saat ditanya “Keunikan kamu apa?” Seketika membatu. Mungkin aku ditanya begitu, kalau kamu? Aku yakin kamu bisa jawab dengan mudahnya. “Aku adalah Penulis novel feminisme dan juga menulis karya ilmiah tentang cinta” ucapmu dengan lantang. Aku malah kebingungan, dibilang kreatif juga ngga. Soalnya aku ngegambar apa yang ada di depanku. Satu… Read more
-
Kamu yang kurindukan, cerita yang ingin selalu kudengar, senyum yang ingin selalu kulihat, dan tanganmu yang selalu ingin ku genggam. Mentari berpijar, mengirim suara jika aku dan kamu seirama. Bahkan wajah bantalmu sudah muncul di layar gawaiku. Menjalani rutinitas, aku dan kamu ibarat stapler dengan staples. Aku butuh kamu dan kamu pastinya butuh aku, ya… Read more
-
Sudah memasuki bulan dimana merah terlihat diujung mata. Kegembiraan nampak mulai berkurang dari Agustus sebelum-sebelumnya. Bulan dimana perjuangan sipil begitu gagah, tapi itu dulu. Kini sipil lesu, akibat ada yang ingin menjadi pahlawan. Bukan memerdekakan, tapi melahirkan ketakutan baru. Menyadari bahwa sipil masih dijajah. Oleh tikus yang ada di istana. Read more
