Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

hidup

  • Katanya Hidup

    Katanya hidup itu harus bahagia, tapi bagaimana kita bisa mengenal kesedihan? Katanya hidup itu harus punya tujuan, tapi kalo ditengah jalan kita tersesat dan kehilangan tujuan kita bagaimana? Katanya hidup itu harus saling mengasihi, tapi jika tidak ada sesuatu yang mau dikasih bagaimana? Nyatanya hidup itu berjalan sesuai keadaanmu saja, tidak perlu menstandarkan hidup orang Read more

  • Hilang arah dalam bisik

    Hendak membasuh diri dengan kebaikan, namun ada bisik yang membuat terusik. Nikmat yang singkat hingga membuat terpikat dan melekat. Meminta tolong namun aku berbohong, hingga bisik menjadi asik yang tak lagi mengusik. Bisik itu memaku dalam sesat, sesat yang hebat hingga hilang arah dan sulit untuk kembali. Read more

  • Kemunduran Diri

    Lenyap perkara kedewasaan yang semakin menggerogoti. Habis tubuh ini, dimakan kesia-siaan. Perkara ketidak mampuan, semakin menyesal dalam diri yang serendah-rendahnya. Tak bisa dimaknai bahkan tak bisa dibanggakan. Akulah makhluk yang sia-sia itu. Siklus yang terjadi, hingga bodoh menjadi. Begitulah kemunduran diri. Apakah aku dimata sang pencipta? Read more

  • Emosi

    Menangislah, marahlah, tertawalahapa yang terjadi di dunia ini hanyalah bualan Kuatkan dirimu, kuatkan segalanyajangan pernah lemah dan tertindas Kuatkan dirimu, kuatkan segalanyadari hati, pikiran, Dan Tenaga aku benci, aku cintaaku marah, aku sayangAku diam, aku berbicara begitulah diriku dengan perasaan yang selalu menari tak henti,menikmati dawai indahnya dunia yang hanya bualan Read more

  • So-sial attention

    Bukannya aku takut untuk mencintaimu, tapi apalah dayaku yang hanya seorang yang tak memiliki apapun. Aku tak tau apa yang kau mau, sehingga aku tak bisa memenuhi apa itu. Sialnya aku, jatuh hati padamu begitu dalam. Tak bisa kulihat dirimu hanya sebagai teman. Lalu, aku diharapkan untuk mencintaimu. Sayangnya aku masih takut. Selalu takut. Read more

  • Senada Sunyi

    Kerlip cahaya yang kian padam, sunyi menghimpit begitu keras sehingga membuatku sesak sekarat. Saat resah gelisah menari di dalam dadaku, membuat hatiku seakan meledak. Hanya tenang, bukan sunyi yang kudambakan. Pelukanmu itu yang membuatku tenang. Tapi angan hanyalah angan, layaknya angin berhembus dingin walau tak ingin terasa dingin.  Begitulah sunyi, terkadang sering datang seperti tetangga Read more

  • Kelopak pada Putik

    “Kelopak, tak kusangka kau selalu menemaniku semenjak aku belum menjadi apa-apa” “Putik, engkaulah kehidupan. Aku hanya penjagamu, aku hanya melindungimu, dan hanya sedikit memberimu keindahan. Tapi, engkaulah keindahan itu sendiri” Read more

  • Perihal Hujan

    Terikat oleh hujan, dengan basahnya tubuh. Malam yang kesekian kalinya aku merindukan wangi aromamu. Sebab, hujan menjadi pelekat harummu. Kulaju sepeda motorku dengan begitu hati-hati, sebab yang dihati sedang ku tangisi dalam rintihan air hujan yang merintih. Tak kuasa rinduku, menjadi pilu dan sendu seakan menyapu keinginanku untuk bertemu. Karena bertemu denganmu sama saja menjadikan Read more