Poem
-
Aku akan kehilanganmu Kehilangan satu persatu Semua yang pernah bersatu Kehilangan dirimu Kehilangan diriku Akan ada waktu Kita ditelan waktu Read more
-
Menantimu, dari kecil hingga besar Menunggumu, tumbuh dan berkembang. Apa bedanya? Tidak ada Hanya ingin menunggumu Dengan erat mencintaimu Dari ada hingga tiada. Read more
-
Begitu indah ucapmu, terasa syahdu terdengar, terasa manis di hati. Dirimulah yang selalu datang dalam mimpiku, kuundang namun tak kuharapkan hadirmu. Takut mencintaimu lebih lanjut, sebab aku sudah mencintai yang lain. Seruni, yang memanja nurani. Tawamu tersimpan jelas dalam kantung hatiku. Apa daya, dirimu tak ada rasa denganku, hingga akhirnya aku mencari cinta yang lain Read more
-
Senyum perpisahan itu begitu teringat, dikala pertemuan pertama kita berakhir. Aku mengantarmu ke peron terakhir, nampaknya disini hanya ada kita. Angin malam yang menghembus dihantar oleh suara pengumuman kereta terakhir malam ini. “Terimakasih untuk hari ini, ya” ucapnya tersenyum lebar Aku hanya mengganggukan kepala, sebab aku terbisu bahagia. Suara bising kian mendekat, kereta terakhir akhirnya Read more
-
Seiring tumbuhnya cinta, menambah tumbuh rasa rindu yang berlabuh. Di hati pecinta sepertiku, tumbuh begitu cepat. Bahkan tak perlu disirami, ia hanya butuh kehadirannya. Tumbuh bukan sekedar tumbuh, perlahan ia mekar menjadi bunga yang begitu indah dan mendatangkan kupu-kupu yang begitu cantik lalu bersemayam diatasnya. Tumbuh bukan sekedar tumbuh, ia berkembang menjadi kasih dan sayang, Read more
-
Surat-surat yang diri-Mu berikan, Kata-kata yang berkeyakinan. Kala hati sedang risau, Surat-Mu menusuk seperti pisau; Begitu tajam menyadarkanku. Bertekuk sujud diriku; Meminta ampun atas kesalahanku. Read more
-
Duh, nampaknya aku menyukaimu. Tenggelam dalam perasaan, yang bergejolak sangat dalam. Mencintaimu menjadi candu, bak meminum arak hingga dunia menjadi berbayang. Aku tak sanggup berdiri menghadapmu, aku terjatuh setiapku melihatmu. Dalam bayangmu aku menari rindu, dalam tatapmu aku terdiam mencintaimu. Duh, nampaknya aku menyukaimu. Read more
-
Jelas di matamu, bukan aku. Aku, masih buta karenamu. Kala kita berbincang, aku terdiam; Suka. Tak bisa mata ke mata. Aku ragu akan kata. Menahan rasa suka yang terdalam. Aku Terdiam. Read more
-
Demi langit yang indah, Demi sore menjadi senja. Nestapa malam kian merangkul, Di ujung sepi tetap menanti. O, langit yang luasnya tak kusanggupi. Kepadamu lah air ini mengalir; Aliran ke hilir bahagia, bukan untuk cinta tanpa makna. Read more
