Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

poetry

  • Ada masanya

    Aku akan kehilanganmu Kehilangan satu persatu Semua yang pernah bersatu Kehilangan dirimu Kehilangan diriku Akan ada waktu Kita ditelan waktu Read more

  • Sol

    Engkaulah yang menyinari, engkaulah kehangatan, engkaulah kehidupan. Hadirmu, kasih sayang Pergimu, kerinduan Engkau akan kembali, meski pergi meninggalkan sinarmu. Sinarmu akan tetap hadir, di setiap sanubari yang menerimamu. Read more

  • Tua

    Kita kan tua, menunggu ajal bersama Hingga ditanam dalam tanah Menunggu waktu untuk bertemu Sang Pencipta dan Sang Kuasa Tua menjadi takut Takut banyak kutuk Kutuk kawan buluk Buluk oleh busuk. Read more

  • Keberadaan

    Sedetik melihatmu, dunia menjadi baik-baik saja. Sedetik pelukmu, air mata menjadi bunga. Sedetik saja keberadaanmu, bagai oasis ditengah dahaganya tubuh, merindukan mata air yang kini menjelmamu. Read more

  • Seruni

    Begitu indah ucapmu, terasa syahdu terdengar, terasa manis di hati. Dirimulah yang selalu datang dalam mimpiku, kuundang namun tak kuharapkan hadirmu. Takut mencintaimu lebih lanjut, sebab aku sudah mencintai yang lain. Seruni, yang memanja nurani. Tawamu tersimpan jelas dalam kantung hatiku. Apa daya, dirimu tak ada rasa denganku, hingga akhirnya aku mencari cinta yang lain Read more

  • Membaca Surat

    Surat-surat yang diri-Mu berikan, Kata-kata yang berkeyakinan. Kala hati sedang risau, Surat-Mu menusuk seperti pisau; Begitu tajam menyadarkanku. Bertekuk sujud diriku; Meminta ampun atas kesalahanku. Read more

  • Kehilangan Hari

    Hari demi hari kulewati, menanti hari yang akan tiba. Dimana aku dan kamu akan menjalani hari bersama, dan kita takkan terpisah bahkan oleh maut pun. Aku menantimu, dalam bayangan takdir yang kuhadapi. Aku merindumu, dalam samudera yang menenggelamkanku. Aku telah kehilangan diriku, sebab aku kehilangan hari disaatku merindumu. Read more

  • 2 Detik

    2 detik kita bertatapan, hadir rasa. 2 menit jantungku berlari tergesa. 2 jam hatiku menari tanpa henti. 2 hari kepalaku terbayang menanti. 2 minggu senyummu kian menghantui. 2 bulan rasaku tak kunjung padam. 2 tahun rasa sayangku semakin dalam. 2 detik, 2 tahun begitulah cintaku. Read more

  • Duh

    Duh, nampaknya aku menyukaimu. Tenggelam dalam perasaan, yang bergejolak sangat dalam. Mencintaimu menjadi candu, bak meminum arak hingga dunia menjadi berbayang. Aku tak sanggup berdiri menghadapmu, aku terjatuh setiapku melihatmu. Dalam bayangmu aku menari rindu, dalam tatapmu aku terdiam mencintaimu. Duh, nampaknya aku menyukaimu. Read more

  • Suka Terdiam

    Jelas di matamu, bukan aku. Aku, masih buta karenamu. Kala kita berbincang, aku terdiam; Suka. Tak bisa mata ke mata. Aku ragu akan kata. Menahan rasa suka yang terdalam. Aku Terdiam. Read more