Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

prosa ahsae

  • Angin

    Jika aku menghilang, siapa yang hendak berusaha mencariku di sela-sela bebatuan, rerumputan, hingga di kerumunan? Ketika aku menghilang, siapa yang paling sesak nafasnya, terisak tangisnya, hingga lebam kelopak matanya menahan air mata? Aku bingung jawabannya, sebab aku angin bisa dirasakan namun tak ada wujudnya, yang bisa dihirup tanpa disadari, yang tidak bisa didengar walaupun berbisik. Read more

  • Aku yang tak Sempurna

    Apalah daya, aku bukanlah seperti yang dirimu harapkan. Ingin segera menjauh darimu, namun dirimu tetap menginginkanku dengan harapan itu. Apakah aku bisa menjadi sempurna setelah harapanmu itu terkabul? Bukankah itu semua karena egomu yang tak bernalar dan berlogika? Bahwa takkan ada yang bisa menjadi sempurna atas keinginan yang menghancurkan jiwa dan raga. Seperti aku mengingkanmu… Read more

  • Masa-masa

    Bangun tidur dalam keadaan tubuh tak bisa bergerak, mata hanya bisa melihat kedepan, kaku seakan terpaku dalam kasur yang rasanya seperti kayu. Aku terkejut, ketika kusadar kini aku sudah 30 tahun. Wajah masih terlihat kencang seperti 3 menjadi 2. Namun tubuh hanya bisa merintih seperti tertindih. Kini aku sadar, masa-masa 3 menjadi 2 adalah saatnya… Read more

  • Loker

    Setiap hari menggigil akibat ulahmu yang bodoh itu. Bisa-bisanya dirimu pergi lalu datang kembali. Kamu pikir aku loker? Hanya menaruh barang lalu pergi begitu saja meninggalkan barang itu? Bahkan jika aku loker mengapa kamu tak mengunciku? Emangnya boleh membiarkan barangmu agar dicuri orang lain? Dasar makhluk tak bertanggung jawab. Membiarkan aku tersimpan namun kau tinggal… Read more

  • Sistem Kehidupan Baru

    Ia mengurung bahagia menjadi dilema, hingga harus bersiap terbawa arus. Layar menjadi arus utama kehidupan baru, menggerogoti pikiran menjadi secuil biji matahari. Rasional menjadi tabu, seperti isu yang tak boleh didengar siapapun. Tapi, mereka tetap hidup, karena benalu tak tahu malu. Kehidupan itu, akan selalu memberi dilema, kekecewaan hingga tak mengenal lagi kata bahagia. Bersiaplah,… Read more

  • Kehilangan

    Tak sanggup menatapmu, perlahan semakin berjarak. Cinta yang ku kira akan berakhir dalam bahtera kehidupan, aku, kamu dan anak kita. Kamu menjauh, seperti hilangnya bayangan dari cahaya, habisnya benang saat menjahit. Sampai ku mengira dirimu menyatu dengan bayangan ketika matahari tepat diatas kepala. Sudah saatnya merelakan, cinta yang tak tumbuh, cinta yang habis dan cinta… Read more

  • Kisi-Kisi

    Genting! Genting! Gimana kalau jadinya aku ga naik kelas gara-gara ujian matematika ini? Ahhh Andai saja kisi-kisi itu ada aku pasti ngga akan sepusing ini, ngerjain ujian. Tapi, gitu juga ngga sih dalam kehidupan? Seandainya ada kisi-kisi jawaban ujian pasti aku bakal lebih mudah menghadapi hidup. Read more

  • Samar Tangis

    Memelukmu, mengucapkan salam perpisahan.Akhir yang tak terduga, melepasmu dari kehidupanku.Senja yang tersamar malam yang akan hadir.Setiap langkah menginjak duri kenangan,Masih tajam terasa di ingatan. Hujan menyambut tangisku,Tersamar air matakuMelepasmu adalah kematianku Read more

  • Mayoritas Jahil

    Diantara tiga pilihan, kalian memilih yang tengah. Tak bisa baca, bahkan menganalisis sebuah kata. Bagaimana kita bisa rangkul, jika kalian lebih suka memukul.Bahkan kalian tak mengerti kata perubahan,lebih suka keberlanjutan. Sebelumnya sudah hancur, lanjut hanya akan melebur58 persen bukan angka kecil, kalian lah mayoritas abstrak.Tak paham esensi hingga akhirnya terkena efisiensi.Dasar mayoritas, tak paham bahwa… Read more

  • Dialog Malam

    Jam menunjukkan pukul 01:00. Menghela nafas panjang, agar semua beban di malam ini setidaknya lebih ringan. Aku mulai bertengkar dengan batinku, seakan ini adalah dialog antar ego dan alter ego. “Kamu ini sudah tua, kenapa masih saja bermain-main? Lihatlah teman seumuranmu sudah bahagia dengan keluarga kecilnya” “Kamu yakin mereka bahagia? Bagaimana jika yang terlihat hanya… Read more