prosa cinta
-
Malu adalah pakaian yang kukenakan saat bertemu denganmu. Sebab di tanganku, tak ada kilau perhiasan— tak ada yang bisa kutaburkan, seperti yang dihiasi para tetangga. Di sini, aku merancang kebahagiaanmu; mencari cara untuk membeli petak harapan, mendirikan atap yang kokoh, mempersembahkan kilaunya, dan menempuh jalan bersama. Lisanmu tak pernah bilang tak bahagia di sisiku, namun Read more
-
Lalu aku melihat sepijar cahaya, merintis kearahku seraya memanggilku dalam nestapa. Mengenggamnya saat dekat, mendekapnya dalam pelukan. Lalu, aku memasukkannya dalam hati, lembut dan manis layaknya cheesecake yang masuk ke dalam mulut. Kini, aku menyukainya lebih dalam, terteguk setetes air dari oasis yang penuh dahaga. “Ahh, Nikmatnya” Ujarku. Aku sempat bertanya, apakah ini nyata? Sebab Read more
-
Aku tak tahu arti cinta, tatkala cinta itu datang aku menyambutnya dengan suka cita, sebab bunga yang tampak layu kini bersemi, merekah bagai hari pertamanya menjadi bunga. Serangga menghadiri, mengucapkan selamat dalam putarannya diatas bunga. Semi yang tiba, membahagiakan hati yang pernah mati, sebab dinginnya musim dingin lalu. Cinta bersemi dalam untaian angin hangat yang Read more
-
Senyum perpisahan itu begitu teringat, dikala pertemuan pertama kita berakhir. Aku mengantarmu ke peron terakhir, nampaknya disini hanya ada kita. Angin malam yang menghembus dihantar oleh suara pengumuman kereta terakhir malam ini. “Terimakasih untuk hari ini, ya” ucapnya tersenyum lebar Aku hanya mengganggukan kepala, sebab aku terbisu bahagia. Suara bising kian mendekat, kereta terakhir akhirnya Read more
-
Katamu aku dijemput Katamu aku diantar Katamu aku kesayangan Katamu aku satu-satunya Lalu, siapa dia? Dia yang kau jemput Dia yang kau antar Dia yang kau sayang-sayang Apakah dia yang ternyata satu-satunya? Read more
-
Tidakkah dirimu melihat bagaimana sayap-sayap itu patah?Tertipu oleh angin yang biasa menerbangkannya. Bukankah dirimu perlahan akan kehilangan sayapmu?Sebegitunya dirimu tak peduli pada sayapmu? Biarkanlah sayapku hilang, jika itu mebebankan kehidupanmu.Biarkanlah aku mati di darat, jika hanya sayapku itu yang kamu pedulikan. Read more
-
Siapa yang akan menyangka bahwa cinta diliputi banyak kebahagiaan, saling menerima merupakan kebahagiaan yang utuh. Mencintai tak pernah seindah ini, seakan sulit kali menemukan perasaan seperti itu. Benar seperti yang kulihat, ketika orang tua yang selalu bersama, menimbulkan keindahan yang bisa dirasakan di hatimu. Itulah cinta, indahnya meliputi hati.Cemas jadi harap, tangis jadi tawa.Itulah cinta, Read more
-
Mungkin inilah cinta, begitu mudahnya beralih. Aku yang tak pernah berharap dirimu, kini Aku berharap. Andaikan cinta itu hadir hanya sesaat, Aku tak perlu memutar kepala untuk melupakan. Nyatanya berharap itu mematikan perasaan dan pikiranku, aku sering memintamu menjadi yang terbaik untukku, namun rencana yang Maha Kuasa selalu diluar dugaan. Kepalaku seakan berhenti berpikir, yang Read more
