Sakura Story

Kisah dan Puisi yang Bersemi dalam Sakura

prosa cinta ahsae

  • Jurang Malu

    Malu adalah pakaian yang kukenakan saat bertemu denganmu. Sebab di tanganku, tak ada kilau perhiasan— tak ada yang bisa kutaburkan, seperti yang dihiasi para tetangga. ​Di sini, aku merancang kebahagiaanmu; mencari cara untuk membeli petak harapan, mendirikan atap yang kokoh, mempersembahkan kilaunya, dan menempuh jalan bersama. ​Lisanmu tak pernah bilang tak bahagia di sisiku, namun Read more

  • Lalu, Kini dan Nanti

    Lalu aku melihat sepijar cahaya, merintis kearahku seraya memanggilku dalam nestapa. Mengenggamnya saat dekat, mendekapnya dalam pelukan. Lalu, aku memasukkannya dalam hati, lembut dan manis layaknya cheesecake yang masuk ke dalam mulut. Kini, aku menyukainya lebih dalam, terteguk setetes air dari oasis yang penuh dahaga. “Ahh, Nikmatnya” Ujarku. Aku sempat bertanya, apakah ini nyata? Sebab Read more

  • Rasakan Cinta

    Semua berhak mengerti cinta, tak perlu memiliki kekasih jika ingin mencinta dan dicintai. Duduklah, rasakan kehadiran orang tuamu. Apakah mereka mencintaimu? Jika tidak, duduklah rasakan kehadiran teman-temanmu. Apakah kamu merasa dicintai? Jika tidak, duduklah rasakan udara sekitarmu. Apakah kamu mencintainya? Jika tidak, sujudlah dihadapan Tuhanmu, seraya memohon Cinta kepada sang Al-Wadud. Read more

  • Berseminya Cinta

    Aku tak tahu arti cinta, tatkala cinta itu datang aku menyambutnya dengan suka cita, sebab bunga yang tampak layu kini bersemi, merekah bagai hari pertamanya menjadi bunga. Serangga menghadiri, mengucapkan selamat dalam putarannya diatas bunga. Semi yang tiba, membahagiakan hati yang pernah mati, sebab dinginnya musim dingin lalu. Cinta bersemi dalam untaian angin hangat yang Read more

  • Samar Tangis

    Memelukmu, mengucapkan salam perpisahan.Akhir yang tak terduga, melepasmu dari kehidupanku.Senja yang tersamar malam yang akan hadir.Setiap langkah menginjak duri kenangan,Masih tajam terasa di ingatan. Hujan menyambut tangisku,Tersamar air matakuMelepasmu adalah kematianku Read more

  • Kopi

    Pahit terasa, namun bagi pecinta dirimu adalah rasa yang unik. Sebab, semakin dicari aromamu, rasamu berubah. Bila dicari rasamu, aromamu berubah. Begitulah karakterisitik mu. Bagi yang tak mengetahui, dirimu hanya pahit. Tak meresap dilidah, yang ada hanya getir menusuk indra perasa. Read more

  • Kehidupan yang lain

    Kita sepertinya tak dipertemukan di kehidupan yang lain. Kamu menikah dengan orang lain, membangun kehidupan yang bahagia. Kekasihmu mencintaimu apa adanya, tak menuntut dirimu di dalam cangkang, dirinya akan membebaskanmu seperti burung. Sedangkan aku, dipertemukan oleh kekasih yang menuntutku, mencintaiku karena harta, melilitku bagai ular yang mampu membuat mati sekujur tubuhku secara perlahan. Tapi, itu Read more

  • Sayap yang malang

    Tidakkah dirimu melihat bagaimana sayap-sayap itu patah?Tertipu oleh angin yang biasa menerbangkannya. Bukankah dirimu perlahan akan kehilangan sayapmu?Sebegitunya dirimu tak peduli pada sayapmu? Biarkanlah sayapku hilang, jika itu mebebankan kehidupanmu.Biarkanlah aku mati di darat, jika hanya sayapku itu yang kamu pedulikan. Read more