prosa kini
-
Lalu aku melihat sepijar cahaya, merintis kearahku seraya memanggilku dalam nestapa. Mengenggamnya saat dekat, mendekapnya dalam pelukan. Lalu, aku memasukkannya dalam hati, lembut dan manis layaknya cheesecake yang masuk ke dalam mulut. Kini, aku menyukainya lebih dalam, terteguk setetes air dari oasis yang penuh dahaga. “Ahh, Nikmatnya” Ujarku. Aku sempat bertanya, apakah ini nyata? Sebab Read more
-
Kamu yang kurindukan, cerita yang ingin selalu kudengar, senyum yang ingin selalu kulihat, dan tanganmu yang selalu ingin ku genggam. Mentari berpijar, mengirim suara jika aku dan kamu seirama. Bahkan wajah bantalmu sudah muncul di layar gawaiku. Menjalani rutinitas, aku dan kamu ibarat stapler dengan staples. Aku butuh kamu dan kamu pastinya butuh aku, ya Read more
